Duka menyelimuti kota Tripoli, Lebanon Utara, setelah sebuah insiden tragis merenggut lima nyawa. Sebuah bangunan tua dilaporkan ambruk, memicu operasi penyelamatan besar-besaran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa peristiwa memilukan ini terjadi di lingkungan Bab al-Tabbaneh, area yang dikenal sebagai salah satu wilayah termiskin di kota tersebut.
Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon, yang juga dikutip oleh AFP, insiden tersebut melibatkan "runtuhnya sebuah bangunan tua". Tim keamanan segera mengevakuasi gedung-gedung di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi, mengingat kekhawatiran akan potensi keruntuhan susulan. Hingga kini, delapan individu berhasil diselamatkan dari timbunan puing, namun lima korban jiwa telah dikonfirmasi, termasuk seorang anak kecil dan seorang wanita lansia.

Imad Khreish, Kepala Pertahanan Sipil setempat, menjelaskan kepada media bahwa bangunan yang ambruk tersebut terdiri dari dua blok, masing-masing menampung enam unit apartemen. Pemandangan memilukan terekam oleh media lokal, menunjukkan upaya heroik warga dan petugas penyelamat yang berjuang membersihkan puing-puing, seringkali hanya dengan peralatan seadanya dan tangan kosong, dalam pencarian korban.
Menyikapi tragedi ini, Presiden Joseph Aoun segera menginstruksikan seluruh layanan darurat untuk dimobilisasi secara penuh. Pernyataan dari kantor kepresidenan menyebutkan bahwa fokus utama adalah membantu operasi penyelamatan dan menyediakan tempat berlindung yang layak bagi para penghuni gedung yang terdampak, serta warga dari bangunan tetangga yang terpaksa dievakuasi sebagai langkah pencegahan.
Insiden tragis ini bukanlah yang pertama kali mengguncang Tripoli. Kota ini sebelumnya juga dihadapkan pada peristiwa serupa yang menelan korban jiwa pada akhir bulan lalu. Lebanon sendiri menghadapi masalah serius terkait infrastruktur bangunan; banyak gedung yang terbengkalai dan berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Sejarah kelam perang saudara 1975-1990 turut menyumbang pada maraknya pembangunan ilegal, di mana banyak pemilik menambahkan lantai tanpa izin resmi, memperparah risiko struktural.
Kekhawatiran akan keselamatan bangunan di Tripoli sebenarnya telah disuarakan jauh sebelumnya. Pada tahun 2024, organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengeluarkan peringatan keras, menyatakan bahwa "ribuan orang" masih menghuni bangunan-bangunan yang tidak aman di Tripoli. Kondisi ini semakin diperparah setelah struktur banyak bangunan melemah akibat dampak gempa bumi dahsyat yang melanda Turki dan Suriah lebih dari setahun sebelumnya, menyoroti urgensi penanganan masalah ini.

