Internationalmedia.co.id – Ketegangan di Tepi Barat kembali memuncak setelah seorang warga Israel tewas akibat serangan penikaman yang dilakukan oleh dua remaja Palestina pada Selasa (18/11) waktu setempat. Tragisnya, kedua remaja tersebut kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel.
Insiden berdarah ini terjadi di Persimpangan Gush Etzion, sebuah lokasi strategis yang menghubungkan sejumlah permukiman Israel di jalur utama antara Yerusalem dan Hebron. Selain korban tewas, tiga warga Israel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Militer Israel dalam keterangannya menyebutkan bahwa mereka merespons "serangan penabrakan dan penikaman". Mereka juga mengklaim telah "melumpuhkan dua teroris di lokasi kejadian" dan menemukan "bahan peledak di dalam kendaraan mereka".
Magen David Adom, organisasi penyelamat medis Israel, mengonfirmasi bahwa seorang pria tewas akibat luka tikaman. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengidentifikasi korban sebagai seorang pria berusia 71 tahun bernama Aharon Cohen, warga Kiryat Arba, sebuah permukiman Israel dekat Hebron.
Paramedis dan tim medis militer Israel segera mengevakuasi tiga korban luka ke rumah sakit di Yerusalem. Seorang wanita dilaporkan dalam kondisi serius akibat luka tembak, sementara dua korban lainnya, seorang pria dan seorang remaja laki-laki, mengalami luka sedang.
Pusat Medis Hadassah di Yerusalem menyatakan bahwa wanita yang menjadi korban luka menderita luka tembak di bagian bawah tubuh dan sedang menjalani operasi. Media lokal melaporkan bahwa wanita tersebut kemungkinan tertembak oleh pasukan keamanan Israel yang menargetkan para pelaku.
Otoritas Urusan Sipil Palestina mengidentifikasi kedua pelaku serangan sebagai Imran al-Atrash dan Walid Sabbarna, keduanya berusia 18 tahun dan berasal dari Hebron. Otoritas tersebut juga menyatakan bahwa militer Israel "menahan jenazah mereka".
Kelompok Hamas dan Jihad Islam memberikan pujian atas serangan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai "respons alami terhadap upaya-upaya (Israel) untuk menghancurkan perjuangan Palestina dan meningkatnya agresi yang dilakukan oleh pasukan pendudukan dan para pemukim di Tepi Barat dan Yerusalem," kata Hamas seperti dilansir internationalmedia.co.id.

