Internationalmedia.co.id melaporkan tragedi mengerikan yang terjadi di sebuah gedung apartemen di kota Saratov, Rusia barat. Ledakan gas dahsyat yang terjadi Jumat siang waktu setempat telah merenggut enam nyawa dan menghancurkan lebih dari 30 unit apartemen. Bayangan duka masih menyelimuti kota tersebut, sementara tim penyelamat berjibaku mencari empat orang yang hingga kini masih hilang tanpa jejak.
Gubernur Regional Roman Busargin telah menetapkan hari berkabung sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Kementerian Darurat Rusia melalui kanal Telegram-nya mengkonfirmasi angka korban tewas yang terus bertambah hingga enam jiwa. Ironisnya, salah satu korban meninggal dunia setelah terjebak selama lebih dari enam jam di bawah reruntuhan dan baru berhasil dievakuasi dalam kondisi kritis.

Selain enam korban jiwa, ledakan tersebut juga mengakibatkan 16 orang mengalami luka-luka. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan hingga Jumat malam untuk menemukan empat orang yang dilaporkan hilang. Pihak berwenang, seperti yang dikutip oleh kantor berita TASS, menyatakan bahwa pencarian masih berlangsung intensif.
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan untuk mengusut tuntas penyebab ledakan dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Kecelakaan gas mematikan memang bukan hal baru di Rusia, seringkali dikaitkan dengan infrastruktur era Soviet yang sudah usang dan rawan bocor, serta minimnya pengawasan terhadap aspek kesehatan dan keselamatan. Misteri hilangnya empat orang ini menambah kepedihan tragedi Saratov dan menjadi fokus utama penyelidikan selanjutnya.

