Angka kematian akibat serangan militer Israel di Gaza kembali meningkat drastis. Internationalmedia.co.id melaporkan, Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan sedikitnya 28 warga Palestina tewas pada Jumat lalu akibat serangan tersebut. Jumlah korban ini mencakup lima warga sipil yang tewas dalam serangan udara tengah malam yang menghantam sebuah gedung sekolah di Kota Gaza, tempat pengungsi Palestina berlindung. Ironisnya, lima korban lainnya ditemukan tewas di sebuah tenda pengungsian di wilayah utara Kota Gaza, juga akibat serangan udara Israel.
Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya angka korban. Ia menambahkan bahwa lebih dari selusin warga Palestina lainnya tewas dalam berbagai serangan di wilayah utara, tengah, dan selatan Gaza. Yang lebih memprihatinkan, setidaknya delapan orang tewas saat menunggu bantuan kemanusiaan, menjadi korban tembakan militer Israel. Pihak militer Israel sendiri hingga saat ini belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.

Keterbatasan akses media dan kesulitan mencapai beberapa lokasi di Gaza membuat verifikasi independen atas jumlah korban dan detail kejadian menjadi sulit. Konflik yang telah berlangsung selama 22 bulan ini telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan. Serangan militer Israel yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sementara itu, serangan Hamas pada Oktober 2023 juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di pihak Israel. Perang ini terus menimbulkan duka mendalam bagi kedua belah pihak.

