Serangan brutal kembali terjadi di Ukraina. Internationalmedia.co.id melaporkan, sebuah drone Rusia menghantam sebuah bus yang tengah membawa warga sipil di wilayah Sumy, timur laut Ukraina, Minggu (28/7/2025). Insiden memilukan ini mengakibatkan tiga nyawa melayang dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Kantor kejaksaan wilayah Sumy mengonfirmasi peristiwa tersebut melalui unggahan di Telegram. Mereka menyertakan foto-foto bus yang hancur akibat serangan. Korban tewas, menurut keterangan resmi, seluruhnya perempuan dengan rentang usia 66 hingga 78 tahun. Serangan ini menambah daftar panjang korban sipil akibat agresi Rusia di Ukraina.

Sementara itu, Ukraina juga meningkatkan serangan balasannya. Gubernur Leningrad, Rusia, Aleksandr Drozdenko melaporkan adanya korban jiwa dan luka-luka akibat puing-puing drone Ukraina yang jatuh di wilayahnya. Situasi ini semakin memperkeruh konflik yang telah berlangsung lama.
Di tengah eskalasi kekerasan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali mengusulkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Agustus mendatang untuk mengakhiri perang. Namun, Kremlin tampak pesimis dan belum memberikan respon positif. Perbedaan pandangan yang mendasar antara kedua negara, terutama mengenai aneksasi wilayah oleh Rusia, menjadi penghalang utama menuju perundingan damai. Ukraina bahkan menuduh Rusia hanya mengirimkan perwakilan tingkat rendah tanpa kewenangan pengambilan keputusan dalam perundingan sebelumnya. Sementara itu, Ukraina terus meminta dukungan senjata dari negara-negara Barat untuk menghadapi serangan Rusia yang terus-menerus.

