Internationalmedia.co.id – News – Sebuah dokumen rahasia dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang baru-baru ini diungkap ke publik, memicu gelombang pertanyaan baru mengenai klaim mantan Presiden Donald Trump yang selama ini mengaku tidak mengetahui apa-apa tentang kejahatan seks Jeffrey Epstein. Dokumen tersebut secara mengejutkan mengungkap bahwa pada tahun 2006, Trump pernah menyatakan kepada seorang pejabat kepolisian AS bahwa "semua orang tahu" tentang kelakuan Epstein, pelaku kejahatan seks anak yang kasusnya menyeret banyak elite global.
Pengungkapan ini berasal dari ringkasan wawancara FBI tahun 2019 dengan Michael Reiter, mantan Kepala Kepolisian Palm Beach, Florida, yang menjabat antara 2001 hingga 2009. Wawancara itu membahas percakapan telepon yang terjadi pada Juli 2006, saat dakwaan kejahatan seksual pertama Epstein dipublikasikan ke publik.

Menurut dokumen FBI yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari lalu, Reiter menerima telepon dari Trump. "Syukurlah Anda menghentikannya, semua orang mengetahui dia telah melakukan hal ini," kata Trump kepada Reiter saat itu, seperti yang dicatat dalam wawancara FBI. Trump juga menambahkan bahwa orang-orang di New York juga mengetahui perilaku Epstein dan bahkan menasihati Reiter bahwa Ghislaine Maxwell, mantan kekasih dan kaki tangan Epstein, adalah orang yang "jahat".
Lebih lanjut, dokumen tersebut mencatat pengakuan Trump bahwa ia pernah berada di dekat Epstein ketika ada remaja-remaja di sana, dan bahwa ia "segera pergi dari sana". Reiter, yang pensiun dari kepolisian pada 2009, telah mengonfirmasi detail wawancaranya dengan FBI kepada media lokal Miami Herald, yang pertama kali melaporkan keberadaan dokumen ini.
Selama bertahun-tahun, Trump selalu membantah mengetahui kejahatan Epstein, meskipun keduanya memiliki hubungan pertemanan yang cukup lama dari tahun 1990-an hingga awal 2000-an, sebelum akhirnya berselisih menjelang penangkapan pertama Epstein.
Menanggapi laporan ini, Departemen Kehakiman AS menyatakan, "Kami tidak mengetahui adanya bukti yang menguatkan bahwa presiden menghubungi penegak hukum 20 tahun yang lalu." Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Selasa (10/2) mengatakan kepada wartawan bahwa Trump "jujur dan transparan" mengenai keputusannya mengakhiri hubungan dengan Epstein. Ia menambahkan, "Itu adalah panggilan telepon yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi pada tahun 2006. Saya tidak tahu jawaban untuk pertanyaan itu."
Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas di sel tahanannya di New York pada tahun 2019, saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks yang menjeratnya. Kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, namun hingga kini masih memicu berbagai teori konspirasi.

