Internationalmedia.co.id – Perbatasan Afghanistan dan Pakistan kembali memanas dengan baku tembak sengit yang terjadi pada Jumat (5/12) malam. Insiden ini terjadi setelah perundingan damai yang diharapkan dapat meredakan ketegangan, justru menemui jalan buntu.
Kabul dan Islamabad saling tuding sebagai pihak yang memulai serangan tanpa alasan. Juru bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menuding pasukan Pakistan menyerang distrik Spin Boldak, Provinsi Kandahar. "Sangat disayangkan, malam ini, pihak Pakistan mulai menyerang Afghanistan di Kandahar, distrik Spin Boldak, dan pasukan Emirat Islam terpaksa merespons," ujarnya seperti dikutip dari internationalmedia.co.id.

Di sisi lain, juru bicara kantor Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menuduh pasukan Afghanistan melepaskan tembakan tanpa alasan di sepanjang perbatasan Chaman. "Pakistan tetap waspada penuh dan berkomitmen untuk memastikan integritas teritorialnya dan keselamatan warga negara kami," tegas Zaidi.
Warga di sekitar perbatasan melaporkan baku tembak berlangsung sekitar dua jam, dimulai pukul 22.30 waktu setempat. Kepala departemen informasi Kandahar, Ali Mohammed Haqmal, mengatakan pasukan Pakistan menyerang dengan artileri ringan dan berat, bahkan tembakan mortir mengenai rumah-rumah warga sipil. "Bentrokan telah berakhir, kedua pihak sepakat untuk berhenti," jelasnya.
Ketegangan ini semakin memperburuk hubungan kedua negara yang telah lama diwarnai perselisihan. Islamabad menuduh Kabul melindungi kelompok militan, terutama Taliban Pakistan (TTP), yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Pakistan. Tuduhan ini dibantah keras oleh pemerintah Taliban Afghanistan. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di perbatasan Afghanistan-Pakistan.

