Internationalmedia.co.id – Kabar duka menyelimuti Sri Lanka. Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu Siklon Ditwah terus bertambah, kini mencapai angka yang mencengangkan, 607 jiwa. Ratusan lainnya masih dinyatakan hilang, menambah pilu bagi negara kepulauan ini.
Lebih dari dua juta warga Sri Lanka merasakan dampak dahsyat dari Siklon Ditwah yang menerjang. Setelah bergerak menjauh pada Sabtu lalu, siklon ini meninggalkan luka mendalam berupa kerusakan infrastruktur dan kerugian harta benda yang tak terhitung jumlahnya.

Sebelumnya, angka kematian akibat bencana ini "hanya" 465 jiwa. Namun, tim penyelamat terus menemukan jenazah, meningkatkan jumlah korban secara signifikan. Pemerintah Sri Lanka kini berjuang keras untuk mencari 214 orang yang masih hilang, meskipun harapan semakin menipis seiring berjalannya waktu.
Pemerintah Sri Lanka memperkirakan dana sebesar USD 7 miliar (setara dengan ratusan triliun rupiah) dibutuhkan untuk membangun kembali rumah-rumah, pusat industri, dan infrastruktur jalan yang hancur lebur. Banjir yang sempat merendam ibu kota Kolombo kini mulai surut, namun dampaknya masih terasa bagi ratusan ribu pengungsi.
Lebih dari 200.000 orang saat ini berada di tempat-tempat pengungsian yang dikelola pemerintah, menunggu bantuan dan kepastian akan masa depan mereka. Bencana ini menjadi ujian berat bagi Sri Lanka, dan dunia internasional diharapkan dapat memberikan dukungan untuk meringankan beban negara ini.

