Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Serangan Mematikan di Perbatasan: Siapa yang Bohong?
Trending Indonesia

Serangan Mematikan di Perbatasan: Siapa yang Bohong?

GunawatiBy Gunawati27-07-2025 - 09.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Serangan Mematikan di Perbatasan: Siapa yang Bohong?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id memberitakan memanasnya konflik perbatasan Thailand dan Kamboja. Seruan gencatan senjata dari Kamboja dibalas dingin oleh Thailand yang menuntut bukti keseriusan Phnom Penh. Pertempuran sengit yang melibatkan jet tempur, artileri, tank, dan pasukan darat masih terus berlanjut, menewaskan puluhan orang.

Sejak Kamis lalu, pertempuran di area Segitiga Zamrud—pertemuan perbatasan ketiga negara—makin intens. Kamboja melaporkan serangan artileri berat dari Thailand pada Sabtu pagi, sementara Thailand menyatakan pertempuran terjadi di Ban Chamrak. Kedua belah pihak saling tuding sebagai pihak yang memulai agresi.

Serangan Mematikan di Perbatasan: Siapa yang Bohong?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di tengah situasi mencekam ini, Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, menyerukan gencatan senjata tanpa syarat. Namun, Menteri Luar Negeri Thailand, Maris Sangiampongsa, menyatakan bahwa Kamboja harus menunjukkan itikad baik nyata untuk mengakhiri konflik sebelum perundingan bisa dilakukan. Ia mendesak Kamboja menghentikan pelanggaran kedaulatan Thailand dan menyelesaikan masalah melalui dialog bilateral.

Korban jiwa terus bertambah. Data resmi menyebutkan sedikitnya 33 orang tewas, dengan Thailand melaporkan 20 korban (14 warga sipil dan 6 tentara) dan Kamboja melaporkan 13 korban (8 warga sipil dan 5 tentara). Lebih dari 70 orang lainnya mengalami luka-luka.

Thailand menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan negara dan warganya. Meskipun mengapresiasi usulan gencatan senjata dari Perdana Menteri Malaysia, Thailand menilai tindakan Kamboja sejauh ini menunjukkan kurangnya keseriusan dalam menyelesaikan konflik secara damai. Mereka menekankan bahwa setiap gencatan senjata harus didasarkan pada kondisi yang sesuai dengan situasi di lapangan, dengan keselamatan warga Thailand sebagai prioritas utama. Pertanyaannya, akankah gencatan senjata terwujud atau konflik akan semakin meluas?

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Siap Gempur Besar-besaran Warga Lebanon Diminta Lakukan Ini

03-03-2026 - 12.45

Mengejutkan Iran Bombardir Markas Militer Amerika

03-03-2026 - 12.30

Terbongkar Dalang Serangan Kilang Minyak Saudi

03-03-2026 - 12.15

Jalur Minyak Dunia Bergejolak Iran Balas Dendam

03-03-2026 - 12.00

Timur Tengah Memanas Iran Sasar Pasukan AS

03-03-2026 - 10.45

Timur Tengah Genting AS Tarik Warga

03-03-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.