Internationalmedia.co.id – News – Arab Saudi telah mengeluarkan peringatan tegas kepada Iran menyusul serangkaian serangan yang terus-menerus terhadap wilayahnya dan negara-negara Teluk lainnya. Riyadh menegaskan bahwa Teheran akan menanggung kerugian terbesar jika agresi ini tidak dihentikan dan siklus eskalasi terus berlanjut.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dalam pernyataan yang dirilis baru-baru ini, mengecam keras serangan-serangan tersebut sebagai tindakan "keji" dan "tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun." Serangan ini disebut-sebut oleh Iran sebagai balasan atas operasi gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Saudi menekankan hak penuh mereka untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan demi melindungi rakyat, kedaulatan, dan integritas wilayahnya. Mereka menyoroti bahwa penargetan area sipil, termasuk bandara dan fasilitas minyak, jelas menunjukkan niat untuk mengancam keamanan dan stabilitas regional, sekaligus melanggar piagam serta hukum internasional.
Riyadh juga membantah klaim Iran yang menyatakan bahwa Arab Saudi telah mengizinkan jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar beroperasi dari wilayahnya untuk tujuan perang. Kementerian Luar Negeri Saudi mengklarifikasi bahwa jet-jet yang terlihat adalah bagian dari patroli rutin untuk menjaga wilayah udara Saudi dan negara-negara Teluk dari ancaman rudal dan drone Iran.
Peringatan keras juga disampaikan mengenai dampak jangka panjang. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa serangan berkelanjutan dari Iran akan memicu eskalasi lebih lanjut dan secara signifikan merusak hubungan bilateral saat ini maupun di masa depan. "Tindakan Iran saat ini tidak mencerminkan kebijaksanaan atau kepentingan untuk menghindari perluasan siklus eskalasi, di mana Iran akan menjadi pihak yang paling dirugikan," demikian bunyi pernyataan tersebut, menggarisbawahi konsekuensi serius yang menanti Teheran.

