Internationalmedia.co.id melaporkan Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, menyampaikan rasa terima kasih kepada China atas dukungannya selama konflik 12 hari dengan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Nasirzadeh dalam pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Beijing, Kamis (26/6). Pertemuan SCO ini berlangsung beriringan dengan pertemuan para pemimpin NATO di Den Haag, di mana Presiden AS Donald Trump menyatakan akan bertemu dengan Iran pekan depan untuk membahas kemungkinan perjanjian nuklir.
Nasirzadeh, seperti dikutip dari laporan Xinhua, secara khusus mengapresiasi pemahaman dan dukungan China terhadap kedaulatan Iran. Ia berharap China akan terus memainkan peran penting dalam menjaga gencatan senjata dan meredakan ketegangan regional, serta menegakkan keadilan. Sikap China yang mengecam serangan Israel pada 13 Juni 2025 lalu, yang menewaskan sejumlah pemimpin militer Iran dan memicu konflik besar, menjadi sorotan. China juga mengkritik campur tangan AS dalam konflik tersebut.

Dukungan China terhadap gencatan senjata ini bukan tanpa alasan. Sebagai pendukung utama Iran di bidang diplomasi dan ekonomi, China semakin mempererat kolaborasi dengan Iran dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melalui latihan militer bersama. China secara konsisten menentang sanksi AS terhadap Iran dan mengkritik penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran pada 2015. Hubungan erat ini semakin memperkuat posisi Iran di tengah tekanan internasional. Pernyataan terima kasih Iran ini pun mengungkap dinamika geopolitik yang kompleks di Timur Tengah.
