Internationalmedia.co.id – News – Iran kembali diselimuti duka mendalam menyusul kabar meninggalnya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari mendiang pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Bagherzadeh dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan komplikasi serius akibat luka-luka yang diderita dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran.
Berdasarkan laporan media Iran yang dikutip internationalmedia.co.id, Bagherzadeh, yang berusia 79 tahun, berpulang pada Senin (2 Maret) setelah sebelumnya dirawat dalam kondisi koma. Kondisinya memburuk sejak serangan pada Sabtu (28 Februari) yang juga merenggut nyawa suaminya, Ayatollah Ali Khamenei. Kantor berita Tasnim secara spesifik menyebutkan bahwa Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh telah berada dalam koma sejak insiden tragis tersebut.

Serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh pasukan AS dan Israel di Iran terjadi pada Sabtu (28 Februari). Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei melalui platform media sosialnya, Social Truth. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah."
Sehari setelahnya, Minggu (1 Maret), pemerintah Iran secara resmi membenarkan kematian pemimpin tertinggi mereka dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan.
Tragedi ini tidak hanya menimpa Khamenei dan istrinya. Sejumlah anggota keluarga pemimpin tertinggi Iran juga dilaporkan gugur dalam serangan tersebut. Kantor berita Fars mengonfirmasi bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban. Selain itu, Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammad Pakpour, serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, juga dikabarkan tewas dalam insiden yang sama, menambah daftar panjang korban dari serangan mematikan tersebut.

