Pengumuman mengejutkan datang dari Prancis. Internationalmedia.co.id melaporkan, Presiden Emmanuel Macron menyatakan Prancis akan secara resmi mengakui negara Palestina pada September mendatang di Sidang Umum PBB. Keputusan ini memicu reaksi beragam, termasuk dari Jerman yang masih menimbang-nimbang langkah serupa.
Stefan Kornelius, juru bicara pemerintah Jerman, menyatakan bahwa Berlin untuk saat ini belum berencana mengakui negara Palestina. Menurutnya, pengakuan negara Palestina masih dipandang sebagai langkah akhir dalam mencapai solusi dua negara. Prioritas utama Jerman, tegas Kornelius, tetaplah keamanan Israel.

Macron sendiri mengumumkan keputusan ini melalui media sosial, menekankan komitmen Prancis pada perdamaian abadi di Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa pengakuan negara Palestina merupakan langkah penting untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan, dengan syarat Palestina melakukan demiliterisasi dan sepenuhnya mengakui eksistensi Israel.
Langkah Prancis ini disambut kecaman keras oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Netanyahu menyebut keputusan tersebut sebagai "hadiah untuk terorisme" dan mengancam eksistensi Israel.
Saat ini, 142 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Pengakuan Prancis, sebagai kekuatan Eropa besar, tentu akan menambah tekanan pada negara-negara lain, termasuk Jerman, untuk mengambil langkah serupa. Akankah Jerman mengikuti jejak Prancis? Kita tunggu saja.

