Internationalmedia.co.id – News – Tokyo – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berhasil mengukir sejarah dengan kemenangan telak dalam pemilihan sela yang diselenggarakan pada Minggu (8/2). Partai Demokratik Liberal (LDP) di bawah kepemimpinannya berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi di majelis rendah parlemen, sebuah hasil yang membuka jalan lebar bagi implementasi janji-janji politiknya, termasuk pemotongan pajak dan peningkatan belanja militer.
Kemenangan gemilang ini bukan sekadar angka. LDP berhasil meraup 316 dari total 465 kursi, pencapaian terbaik yang pernah diraih partai tersebut. Bersama mitra koalisi, Partai Inovasi Jepang (Ishin), Takaichi kini mengendalikan 352 kursi, jauh melampaui ambang batas mayoritas super. Kekuatan ini memberinya kemampuan untuk mengesampingkan majelis tinggi parlemen, memastikan agenda legislatifnya dapat berjalan mulus tanpa hambatan berarti.

Sebagai PM perempuan pertama Jepang sejak Oktober 2025, langkah Takaichi untuk menggelar pemilu sela di musim dingin, sebuah keputusan yang jarang terjadi, adalah pertaruhan politik yang cerdas. Popularitasnya yang meroket sejak memimpin LDP, partai penguasa yang telah lama mendominasi, terbukti menjadi modal berharga. Ia adalah PM kelima Jepang dalam lima tahun terakhir, menunjukkan dinamika politik yang tinggi di Negeri Sakura. Takaichi sendiri dikenal terinspirasi oleh "Iron Lady" Inggris, Margaret Thatcher, sebuah julukan yang kini semakin relevan dengan dominasi politiknya.
"Pemilu ini melibatkan perubahan kebijakan besar — khususnya perubahan besar dalam kebijakan ekonomi dan fiskal, serta penguatan kebijakan keamanan," ujar Takaichi dalam wawancara televisi pada Minggu malam, saat hasil pemilu mulai terlihat. "Ini adalah kebijakan yang telah menuai banyak pertentangan… Jika kita telah menerima dukungan publik, maka kita benar-benar harus mengatasi masalah-masalah ini dengan segenap kekuatan kita."
Agenda pemotongan pajak yang dijanjikan pemerintahannya telah mengguncang pasar keuangan, sementara peningkatan pengeluaran militer secara signifikan bertujuan untuk menangkal pengaruh China yang semakin meluas di kawasan.
Di panggung internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan ucapan selamat kepada Takaichi. Trump mengharapkan "kesuksesan besar dalam meloloskan agenda konservatif, perdamaian melalui kekuatan" bagi PM Jepang tersebut. "Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk menyerukan pemilu membuahkan hasil yang besar," tambah Trump, yang dijadwalkan akan menjamu Takaichi di Gedung Putih bulan depan.

