Internationalmedia.co.id melaporkan, Sushila Karki, mantan ketua Mahkamah Agung Nepal, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri sementara. Pelantikan ini menyusul demonstrasi besar-besaran yang menewaskan 51 orang dan memaksa pengunduran diri Perdana Menteri KP Sharma Oli. Presiden Ram Chandra Paudel mengucapkan selamat kepada Karki, berharap kepemimpinannya membawa kesuksesan bagi Nepal.
Karki, yang diusung oleh generasi Z Nepal, menjadi pilihan utama setelah demonstrasi yang awalnya dipicu oleh pemblokiran akses media sosial. Aksi protes yang awalnya damai, berubah menjadi ricuh dan meluas menjadi kritik terhadap pemerintah dan tuduhan korupsi. Kekerasan pun tak terhindarkan, dengan polisi dilaporkan menggunakan peluru tajam terhadap demonstran, menurut Amnesty International.

Situasi semakin memburuk dengan pembakaran rumah pejabat tinggi dan gedung parlemen. Pengunduran diri Oli tak mampu meredam amarah massa. Militer pun dikerahkan, memberlakukan jam malam dan melakukan patroli ketat di Kathmandu. Lebih dari 12.500 narapidana dilaporkan kabur memanfaatkan kekacauan tersebut dan hingga kini masih buron. Pihak berwenang telah menangkap 27 orang dan menyita 31 senjata api terkait kerusuhan ini. Muncul kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk demonstran, bahwa aksi protes telah disusupi oknum tertentu. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi di Nepal.

