Sebuah insiden tragis mengguncang militer Amerika Serikat di Irak barat, memicu respons emosional dari pucuk pimpinan Pentagon. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, tak dapat menahan diri untuk tidak menggambarkan konflik bersenjata sebagai ‘neraka’ setelah empat prajuritnya gugur dalam kecelakaan pesawat pengisian bahan bakar.
Dalam konferensi pers yang digelar di Pentagon, Hegseth dengan nada serius menyatakan, "Perang itu neraka. Perang itu kekacauan." Ia menambahkan, "Dan seperti yang kita saksikan kemarin dengan kecelakaan tragis pesawat tanker KC-135 kita, hal-hal buruk dapat terjadi." Pernyataan ini merujuk pada insiden yang terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026, waktu setempat.

Menhan AS tersebut juga memberikan penghormatan mendalam kepada para korban. "Mereka adalah pahlawan Amerika, semuanya," ujarnya. Hegseth menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut akan semakin memperkuat komitmen AS terhadap misi yang sedang diemban, seraya berjanji untuk menyambut mereka di Dover.
Senada dengan Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, turut memberikan keterangan terkait insiden memilukan ini. Caine mengklarifikasi bahwa kecelakaan pesawat KC-135 Stratotanker tersebut terjadi di wilayah sekutu di Irak bagian barat, saat para awak sedang menjalankan misi tempur. Ia secara tegas membantah bahwa insiden itu disebabkan oleh tembakan musuh atau sekutu, sebagaimana yang telah dikonfirmasi oleh CENTCOM. "Kami masih memperlakukan ini sebagai operasi penyelamatan dan pemulihan aktif," jelas Caine, mengindikasikan bahwa pencarian masih terus berlangsung.
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, sebelumnya telah merilis pernyataan pada Jumat (13/3/2026) mengenai kecelakaan ini. Mereka melaporkan bahwa enam awak berada di dalam pesawat pengisian bahan bakar udara tersebut. Empat di antaranya telah dipastikan meninggal dunia, sementara upaya penyelamatan intensif masih terus dilakukan untuk mencari dua anggota kru lainnya. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan yang terjadi pada Kamis (12/3) masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.

