Monday, 25 September 2023

Monday, 25 September 2023

Perampokan dan Penjarahan Marak Menimpa Korban Gempa Turki

Dampak gempa Turki

ANKARA (IM) Di tengah nestapa warga Turki yang dilanda gempa, masih saja ada orang yang tega berbuat kriminal. Alhasil, 98 orang pun ditangkap atas dugaan penjarahan, perampokan maupun penipuan korban gempa.
Dilansir CNN, Minggu (12/2), hampir seratus orang itu ditangkap pada Sabtu (11/2) kemarin oleh pasukan keamanan Turki. Mereka diduga menjarah bangunan yang rusak, merampok, hingga menipu korban gempa.
Menurut sumber keamanan, yang ingin tetap anonim “karena pembatasan media,” penyelidikan dilakukan terhadap setidaknya 42 tersangka di Provinsi Hatay selatan Turki atas klaim penjarahan bangunan yang rusak.
Sedikitnya 40 tersangka ditangkap. Selain itu, tim keamanan menyita enam senjata, tiga senapan, perhiasan, kartu bank, $11.000 dan uang tunai 70.000 lira Turki.
Dua orang lainnya juga ditangkap setelah menyamar sebagai pekerja bantuan dan diduga berusaha menjarah enam truk berisi makanan untuk korban gempa di Provinsi Hatay.
Setidaknya enam orang juga ditangkap di Istanbul karena diduga menipu korban gempa di Gaziantep selatan melalui telepon.
Di tempat lain di negara itu, puluhan tersangka lainnya ditangkap karena diduga melakukan penjarahan dan perampokan di daerah yang dilanda gempa.
Para tersangka telah ditangkap di setidaknya delapan provinsi termasuk Kahramanmaras, Hatay, Adiyaman, Malatya, Osmaniye, Adana, Gaziantep, dan Sanliurfa, tambahnya.
Sementara itu, Korban meninggal akibat gempa Turki dan Suriah terus bertambah. Hingga kini, lebih dari 28 ribu orang meninggal akibat gempa Magnitudo (M) 7,8 tersebut.
Dilansir AFP, Minggu (12/2), pejabat dan petugas medis mengatakan 24.617 orang tewas di Turki dan 3.574 di Suriah. Total korban meninggal yang dikonfirmasi sekarang mencapai 28.191.
Jumlah korban meninggal pun diprediksi akan terus bertambah. Kepala Koordinator Kemanusiaan PBB Martin Griffiths memperkirakan korban gempa Turki dan Suriah bisa mencapai 50 ribu jiwa.
“Saya pikir sulit untuk memperkirakan dengan tepat, tetapi saya yakin itu akan berlipat ganda atau lebih,” ujar Griffiths.
“Kami belum benar-benar menghitung jumlah korban tewas,” imbuh dia.
Saat ini puluhan ribu petugas penyelamat masih menjelajahi wilayah terdampak gempa di tengah cuaca dingin yang telah memperdalam kesengsaraan jutaan orang yang sekarang sangat membutuhkan bantuan.
PBB telah memperingatkan bahwa setidaknya 870.000 orang sangat membutuhkan makanan panas di seluruh Turki dan Suriah. Sebanyak 5,3 juta orang juga diyakini telah kehilangan tempat tinggal di Suriah saja.
Hampir 26 juta orang terkena dampak gempa bumi ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sebesar $42,8 juta dibutuhkan untuk mengatasi kebutuhan kesehatan korban gempa.
Badan bencana Turki mengatakan lebih dari 32.000 orang dari organisasi Turki bekerja dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Ada juga 8.294 penyelamat internasional.
“Segera, pencarian dan penyelamatan orang-orang akan memberi jalan bagi badan-badan kemanusiaan yang tugasnya menjaga jumlah luar biasa dari mereka yang terkena dampak untuk bulan-bulan berikutnya,” kata Griffiths dalam sebuah video yang diposting ke Twitter.
Gempa Turki dan Suriah ini pun menjadi salah satu bencana alam dengan korban terbanyak. Korban meninggal gempa ini melebihi tsunami di Jepang yang mencapai 18 ribu orang.
Sementara itu, Turki telah menahan 12 orang terkait bangunan yang runtuh di provinsi Gaziantep dan Sanliurfa. Mereka yang ditahan termasuk kontraktor bangunan.
Salah satu dari mereka yang ditahan adalah seorang kontraktor sebuah bangunan di Gaziantep. Kantor berita itu menambahkan kontraktor tersebut ditemukan oleh polisi di Istanbul.
Selain itu, gelombang investigasi diluncurkan oleh jaksa penuntut di provinsi yang terkena dampak termasuk Kahramanmaras, di mana distrik Pazarcik menjadi pusat gempa.
Pada hari Jumat (10/2) lalu, polisi Turki menangkap seorang kontraktor dari sebuah blok apartemen mewah bertingkat tinggi yang roboh di provinsi Hatay.
Dia ditahan di bandara Istanbul setelah dilaporkan mencoba melarikan diri dari negara itu.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media