Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Pemimpin Taliban Tewas Perang Memanas
Trending Indonesia

Pemimpin Taliban Tewas Perang Memanas

GunawatiBy Gunawati28-02-2026 - 03.15Tidak ada komentar4 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pemimpin Taliban Tewas Perang Memanas
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan telah mencapai puncaknya, menyeret kedua negara bertetangga itu ke dalam kancah perang terbuka. Internationalmedia.co.id – News melaporkan pada Sabtu (28/2/2026), konflik bersenjata ini meletus pada Jumat (27/2) waktu setempat, menyusul berbulan-bulan ketegangan diplomatik dan insiden perbatasan yang terus memburuk.

Kondisi ini diperparah oleh penutupan sebagian besar perlintasan perbatasan darat sejak Oktober tahun lalu, menyusul serangkaian pertempuran mematikan yang merenggut lebih dari 70 nyawa dari kedua belah pihak. Pemerintah Pakistan, yang berbasis di Islamabad, berulang kali menuduh Kabul gagal menindak kelompok-kelompok militan yang diyakini melancarkan serangan lintas batas ke wilayah Pakistan. Tuduhan ini secara konsisten dibantah oleh pemerintahan Taliban di Afghanistan. Beberapa putaran negosiasi yang dimediasi oleh Qatar dan Turki untuk mencapai gencatan senjata permanen juga menemui jalan buntu, menandai kegagalan diplomasi dalam meredakan krisis.

Pemimpin Taliban Tewas Perang Memanas
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

1. Pakistan Bombardir Ibu Kota Afghanistan, Deklarasi Perang Terbuka

Eskalasi terbaru terjadi ketika militer Pakistan melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kota-kota di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2). Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara tegas menyatakan bahwa kedua negara kini berada dalam "perang terbuka" setelah berbulan-bulan bentrokan yang terus meningkat.

Serangan ini disebut sebagai balasan atas penyerangan pos-pos perbatasan di wilayah Pakistan oleh pasukan militer Kabul pada Kamis (26/2) malam. Namun, pemerintahan Taliban yang menguasai Kabul mengklaim serangan mereka sebelumnya adalah respons terhadap serangan udara mematikan dari Pakistan. Jurnalis AFP dan warga setempat di Kabul serta Kandahar melaporkan mendengar rentetan ledakan dan suara jet tempur yang terbang rendah selama lebih dari dua jam pada Jumat (27/2).

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengonfirmasi penargetan "pertahanan Taliban Afghanistan" di Kabul, Paktia, dan Kandahar melalui pernyataan di media sosial X. Menhan Asif menambahkan, "Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda." Sementara itu, juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, membenarkan adanya serangan udara Pakistan tetapi menyatakan tidak ada korban jiwa. Salah satu serangan dilaporkan menghantam area Kandahar, Afghanistan bagian selatan, yang menjadi lokasi pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada.

2. Klaim Korban Jiwa Berbeda, Taliban Luncurkan Balasan

Serangan udara Pakistan berlanjut pada Jumat (27/2) pagi, memicu respons balasan dari pemerintah Taliban. Otoritas Pakistan mengklaim telah menewaskan 133 petempur Taliban Afghanistan dan melukai lebih dari 200 lainnya dalam serangannya. Mereka juga mengklaim telah menghancurkan 27 pos Taliban, merebut sembilan lainnya, serta melumpuhkan lebih dari 80 unit tank, artileri, dan kendaraan pengangkut personel bersenjata.

Sebaliknya, otoritas Taliban mengumumkan serangan balasan mereka telah menewaskan 55 tentara Pakistan, menangkap beberapa di antaranya, dan merebut 19 pos militer. Zabihullah Mujahid mengecam "militer Pakistan yang pengecut" dan menegaskan, "Operasi pembalasan besar-besaran telah dimulai kembali terhadap pusat-pusat militer Pakistan dari Kandahar dan Helmand." Pakistan, melalui Kementerian Informasi, menyatakan pasukannya merespons serangan "tanpa provokasi" dari Taliban pada Kamis (26/2) malam dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan integritas wilayah serta keamanan warganya.

Meskipun Mujahid awalnya menyatakan tidak ada korban jiwa dari serangan Pakistan pada Jumat (27/2), Kementerian Pertahanan Afghanistan kemudian melaporkan delapan tentaranya tewas dan 11 luka-luka. Lebih lanjut, sekitar 13 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, juga dilaporkan terluka ketika serangan Pakistan menghantam kamp pengungsi di Nangarhar. Di sisi Pakistan, Menteri Informasi Attaullah Tarar menyebut angka korban yang lebih rendah, yakni dua tentara Pakistan tewas dan tiga lainnya luka-luka.

3. Pemimpin Tertinggi Taliban Dikabarkan Tewas, Belum Terkonfirmasi

Di tengah memanasnya konflik, kabar mengejutkan muncul mengenai kematian pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, dalam operasi militer Pakistan di wilayah Afghanistan baru-baru ini. Kabar ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Taliban, yang kini menguasai Kabul. Sosok Akhundzada yang misterius memang sering diterpa rumor kematian yang belum pernah terbukti kebenarannya.

Laporan terbaru soal kematian Akhundzada ini dikutip oleh beberapa media asing, seperti Views Bangladesh, serta media lokal India seperti First Post dan The Sunday Guardian. Laporan-laporan tersebut merujuk pada unggahan akun media sosial X bernama OSINT Europe (@Osinteurope), sebuah cabang Eropa dari Open Source Intelligence (OSINT) yang merupakan lembaga think-tank intelijen internasional.

Postingan @Osinteurope pada Jumat (27/2) pagi menyatakan, "BREAKING: Pemimpin Tertinggi Emirat Islam Afghanistan, Hibatullah Akhundzada, dilaporkan tewas bersama para komandan senior Taliban setelah serangan udara Pakistan menargetkan markas besar mereka di Kabul, Afghanistan." Sejumlah postingan lain dengan informasi serupa juga beredar luas di media sosial X. Akhundzada telah memimpin Taliban sejak 2016 dan kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi Emirat Islam Afghanistan, nama resmi Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban, setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO pada tahun 2021 lalu. Hingga kini, pemerintah Taliban belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar kematian pemimpin tertingginya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Milan Gempar Trem Hantam Bangunan

28-02-2026 - 03.45

Modus Penipuan Maut di Balik Perang Ukraina

28-02-2026 - 03.30

Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam

28-02-2026 - 03.00

Pengakuan Hillary Clinton Soal Epstein Mengejutkan

27-02-2026 - 23.00

AS Siapkan Drone Kamikaze Senjata Baru Gempur Iran

27-02-2026 - 21.30

Pimpinan Taliban Dikabarkan Gugur Misteri Menyelimuti

27-02-2026 - 21.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.