Internationalmedia.co.id – News – Washington DC. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan keyakinan bahwa Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru, mengalami cedera. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi luas mengenai kondisi Mojtaba pasca-serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, serta beberapa anggota keluarganya.
Dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis Fox News, Brian Kilmeade, yang disiarkan Kamis (12/3/2026) malam, Trump menyatakan, "Saya pikir dia mungkin (masih hidup). Saya pikir dia mengalami cedera, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu, Anda tahu."

Sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada Minggu (1/3) lalu, Mojtaba belum sekalipun tampil langsung di hadapan publik. Pernyataan pertamanya sebagai pemimpin tertinggi disampaikan secara tertulis, dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat. Dalam pernyataan tersebut, Mojtaba bersumpah akan tetap menutup Selat Hormuz dan mendesak negara-negara tetangga Iran untuk menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi sasaran Teheran.
Kondisi Mojtaba sendiri masih diselimuti misteri dan laporan yang saling bertentangan. Seorang pejabat Iran yang tak disebutkan namanya mengatakan kepada internationalmedia.co.id pada Rabu (11/3) bahwa Mojtaba hanya mengalami luka ringan dan tetap aktif. Televisi pemerintah Iran sebelumnya menyebutnya sebagai "veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan," tanpa merinci cederanya.
Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Siprus mengonfirmasi kepada The Guardian bahwa Mojtaba terluka dalam serangan 28 Februari yang menewaskan ayahnya. Namun, penasihat pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, putra Presiden Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa Mojtaba "dalam keadaan aman dan sehat."
Terpisah dari isu Mojtaba, Trump juga memberikan komentar mengenai jalannya perang melawan Iran. Di Gedung Putih, ia memuji militer AS, menyatakan bahwa "situasi dengan Iran berjalan sangat cepat. Mereka melakukannya dengan sangat baik, militer kita tak tertandingi," seperti dilansir AFP.
"Mereka (Iran) benar-benar negara teror dan kebencian, dan mereka membayar harga yang mahal sekarang," tambah Trump. Menariknya, ia tidak memberikan tanggapan langsung terhadap ancaman Mojtaba untuk membalas dendam dan melawan AS-Israel. Beberapa hari terakhir, Trump memang kerap melontarkan isyarat yang beragam tentang kemajuan perang. Ia sempat sesumbar "kita menang" dan menyebut perang bisa berakhir "sangat segera," namun di lain waktu bersikeras akan perlunya terus berperang.

