Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Pemikir Besar Dunia Tutup Buku
Trending Indonesia

Pemikir Besar Dunia Tutup Buku

GunawatiBy Gunawati15-03-2026 - 10.15Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Dunia intelektual berduka atas kepergian salah satu raksasa pemikiran kontemporer. Filsuf, sosiolog, sekaligus ilmuwan komunikasi terkemuka, Jürgen Habermas, telah meninggal dunia pada usia 96 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh penerbitnya, Suhrkamp, yang menyebutkan Habermas berpulang pada Sabtu (15/3/2026) di Starnberg, dekat Munich, Jerman, seperti dilansir Associated Press (AP).

Kepergian Habermas menandai hilangnya suara penting yang selama beberapa dekade tak henti menyuarakan pandangannya tentang berbagai isu politik dan sosial. Karya-karyanya yang monumental melampaui batas-batas disiplin akademis dan filosofis, menawarkan perspektif mendalam tentang masyarakat modern dan dinamika interaksi antarmanusia. Pemikirannya telah membentuk cara kita memahami bagaimana konsensus dan pemahaman dapat dicapai melalui dialog yang terbuka.

Pemikir Besar Dunia Tutup Buku
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu kontribusinya yang paling dikenal adalah dua jilid karyanya, "Teori Tindakan Komunikatif," yang menjadi landasan bagi pemahaman tentang rasionalitas komunikatif dan ruang publik. Melalui karyanya, Habermas memberikan visi yang komprehensif tentang potensi masyarakat untuk mencapai emansipasi melalui komunikasi yang tidak terdistorsi.

Pengalaman pribadinya juga turut membentuk perjalanan intelektualnya yang mendalam. Habermas, yang baru berusia 15 tahun saat kekalahan Nazi Jerman pada tahun 1945, sering mengenang momen tersebut sebagai awal dari era baru yang mendorongnya mendalami filsafat dan teori sosial. Pada era 1980-an, ia juga menjadi figur sentral dalam "Perselisihan Sejarawan," sebuah perdebatan sengit mengenai perspektif baru terhadap Reich Ketiga dan identitas Jerman pasca-perang.

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyampaikan belasungkawa, menyatakan bahwa "Jerman dan Eropa telah kehilangan salah satu pemikir paling penting di zaman kita." Kehilangan ini dirasakan luas di kalangan akademisi dan publik yang mengikuti pemikirannya, meninggalkan warisan intelektual yang akan terus dipelajari dan diperdebatkan selama bertahun-tahun mendatang.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Anak Gadis Kim Jong Un Kembali Disorot Dunia

15-03-2026 - 12.15

Swiss Tolak AS di Langitnya

15-03-2026 - 12.00

Iran Buka Selat Hormuz Syaratnya Bikin Dunia Melongo

15-03-2026 - 10.00

AS Hancurkan Pulau Kharg Iran Siap Balas

15-03-2026 - 07.30

Trump Siapkan Serangan Paling Keras Pekan Depan

15-03-2026 - 07.15

Peringatan Mengerikan 10 Rudal Korut Meluncur

15-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.