Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali terlibat dalam pembicaraan telepon pada Senin (9/3) waktu setempat. Dari Moskow, terungkap bahwa inti dari percakapan tersebut adalah desakan kuat Putin agar konflik yang melibatkan Iran segera menemukan penyelesaian.
Yuri Ushakov, penasihat kebijakan luar negeri Kremlin, mengonfirmasi pada Selasa kemarin bahwa percakapan telepon berdurasi satu jam tersebut merupakan respons atas inisiatif dari pihak Amerika Serikat.

Ushakov menambahkan, fokus utama percakapan kedua pemimpin tidak hanya pada konflik Iran, tetapi juga menyentuh situasi di Ukraina dan Venezuela. Panggilan ini menandai komunikasi pertama antara Putin dan Trump dalam lebih dari dua bulan terakhir, dan yang pertama diumumkan secara publik sejak AS bersama Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Ushakov menekankan bahwa Presiden Putin mendesak "penyelesaian politik dan diplomatik yang cepat" untuk perang yang melibatkan AS-Israel melawan Iran, yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Rusia.
Putin, menurut Ushakov, tidak hanya berhenti pada desakan. Ia juga memaparkan sejumlah gagasan konkret yang berorientasi pada resolusi konflik secepatnya melalui jalur politik dan diplomatik. Ide-ide ini, lanjut Ushakov, didasari oleh kontak terbarunya dengan para pemimpin negara Teluk serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Trump, menurut Ushakov, memberikan penilaiannya mengenai situasi terkini sehubungan dengan operasi militer AS-Israel yang sedang berlangsung. "Terjadi pertukaran pendapat yang rinci dalam hal itu, yang saya yakini, akan bermanfaat bagi kedua belah pihak," jelas Ushakov, mengindikasikan adanya dialog mendalam.
Secara keseluruhan, Ushakov menyimpulkan bahwa percakapan antara kedua kepala negara berlangsung "profesional, terbuka, dan konstruktif." Diskusi tersebut dinilai "sangat substansial" dan diharapkan "memiliki signifikansi praktis untuk kerja sama lebih lanjut antara kedua negara" di masa mendatang.

