Guncangan politik melanda jantung pemerintahan Inggris menyusul pengunduran diri dua figur kunci di kantor Perdana Menteri Keir Starmer. Tekanan yang tak tertahankan akibat bergulirnya dokumen skandal Jeffrey Epstein menjadi pemicu utama. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kepala Komunikasi PM, Tim Allan, secara resmi mengundurkan diri, menyusul jejak Kepala Staf PM, Morgan McSweeney, yang lebih dulu meninggalkan jabatannya.
Dalam pernyataan singkat yang dirilis pada Senin, Tim Allan mengemukakan alasannya, "Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk." Keputusan ini datang kurang dari 24 jam setelah Kepala Staf PM, Morgan McSweeney, juga mengumumkan pengunduran dirinya, menandakan adanya gejolak serius di lingkaran dalam pemerintahan Starmer, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Perdana Menteri Starmer kini berada di bawah sorotan tajam dan menghadapi desakan mundur dari politisi oposisi. Pemicunya adalah keputusannya menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar untuk Amerika Serikat, meskipun Starmer mengetahui bahwa Mandelson tetap menjalin hubungan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, bahkan setelah pengusaha AS itu divonis bersalah pada tahun 2008.
Di tengah badai kritik, Starmer bersumpah untuk tetap bertahan sebagai pemimpin Inggris. Ia menyatakan kesiapannya menghadapi anggota parlemen yang geram atas keterlibatan pemerintahannya dalam skandal Epstein. Dalam pidatonya kepada staf Downing Street, Starmer berjanji untuk "melangkah maju… dengan percaya diri saat kita terus mengubah negara ini," ungkap seorang pejabat pemerintah yang enggan disebut namanya.
Seorang juru bicara resmi Starmer menegaskan kepada wartawan bahwa pemimpin Partai Buruh itu merasa "optimis" dan "sedang berkonsentrasi pada pekerjaan yang ada." Namun, penegasan ini datang di tengah meningkatnya desas-desus dari anggota parlemen sendiri yang mengindikasikan bahwa masa jabatan Starmer mungkin sudah di ambang batas.
Kepergian Morgan McSweeney merupakan pukulan telak bagi Perdana Menteri yang sedang tertekan itu. McSweeney dikenal sebagai penasihat terdekat Starmer dan sosok kunci yang berjasa membantu Partai Buruh kembali ke posisi sentris setelah menggantikan pemimpin sayap kiri Jeremy Corbyn pada tahun 2020.
Sementara itu, Tim Allan dalam pernyataannya kembali menegaskan keinginannya untuk "memungkinkan tim No. 10 yang baru untuk dibangun," merujuk pada kantor perdana menteri di 10 Downing Street. Ini mengindikasikan upaya restrukturisasi yang akan segera dilakukan di tengah krisis kepercayaan yang melanda.

