Sebuah pengungkapan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa militer AS tengah membangun sebuah kompleks bawah tanah masif tepat di bawah ballroom baru Gedung Putih. Informasi ini, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id – News pada Senin (30/3/2026), disampaikan Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (29/3) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump mengonfirmasi, "Militer sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom, dan itu sedang dalam pembangunan, dan kita akan melakukannya dengan sangat baik, jadi kita lebih cepat dari jadwal." Ia menambahkan, "Itu bagian darinya, ballroom pada dasarnya menjadi gudang untuk apa yang sedang dibangun di bawahnya," tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai fungsi atau tujuan kompleks misterius tersebut.

Proyek pembangunan militer berskala besar di bawah salah satu bangunan paling ikonik di AS ini disebut-sebut belum pernah terjadi sebelumnya. Presiden Trump juga mengungkapkan bahwa rencana ini baru terkuak ke publik "karena gugatan hukum yang bodoh," mengisyaratkan adanya upaya untuk menjaga kerahasiaan proyek tersebut sebelumnya.
Ballroom yang menjadi ‘kedok’ proyek rahasia ini sendiri merupakan bagian dari ambisi Trump untuk meninggalkan jejaknya di Gedung Putih. Pada Oktober tahun lalu, mantan pengembang real estate ini memerintahkan penghancuran seluruh sayap Gedung Putih demi membangun ballroom berukuran masif, yang direncanakan sebagai lokasi pertemuan dan jamuan makan malam kenegaraan. Trump dikenal sering berbicara detail tentang pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung, bahkan memamerkan penggunaan "onyx dan batu-batu luar biasa" dalam pembangunannya.
Proyek ballroom ini, yang kini diketahui memiliki lapisan rahasia di bawahnya, disebut-sebut sebagai salah satu proyek paling ambisius di Gedung Putih dalam lebih dari satu abad terakhir. Cakupannya terus berkembang, dengan anggaran yang didanai swasta dilaporkan meningkat dua kali lipat, dari US$ 200 juta (sekitar Rp 3,4 triliun) menjadi US$ 400 juta (sekitar Rp 6,8 triliun). Keinginan Trump untuk mengukir namanya di ibu kota AS tidak berhenti di situ; ia juga telah mengganti nama gedung pertunjukan ikonik menjadi "Trump-Kennedy Center" dan berencana membangun sebuah gapura besar di Washington DC, terinspirasi oleh Arc de Triomphe di Paris.
Pengungkapan ini menambah lapisan intrik pada proyek-proyek ambisius yang dilakukan di bawah kepemimpinan Presiden Trump, meninggalkan pertanyaan besar mengenai tujuan sebenarnya dari kompleks militer rahasia di jantung kekuasaan Amerika Serikat.
(nvc/ita, dilansir dari internationalmedia.co.id)

