Ketegangan di Timur Tengah kembali menelan korban jiwa dari pihak Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, seorang personel militer AS dinyatakan meninggal dunia setelah menderita luka serius akibat serangan yang dilancarkan Iran. Kematian ini menambah jumlah total tentara AS yang gugur menjadi tujuh orang sejak konflik memanas pada akhir Februari.
Menurut pernyataan terbaru dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan tersebut, personel militer itu menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat. Ia meninggal "akibat luka-luka yang dideritanya selama serangan awal rezim Iran di seluruh Timur Tengah" pada tanggal 1 Maret lalu, demikian seperti dikutip oleh AFP dan Al Arabiya.

Hingga kini, detail lebih lanjut mengenai kronologi serangan yang menyebabkan kematian tentara AS tersebut, termasuk penyebab pasti luka-lukanya, masih belum diungkapkan. Identitas korban juga akan dirahasiakan selama 24 jam setelah pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga, sesuai prosedur militer.
Dengan tambahan satu kematian ini, total tujuh tentara AS kini telah kehilangan nyawa akibat serangkaian serangan Iran yang menargetkan negara-negara Teluk, tempat Washington menempatkan aset-aset militernya. Sebelumnya, enam tentara AS lainnya dilaporkan tewas setelah serangan Iran menghantam pangkalan militer Washington di Kuwait.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah memang semakin memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons, Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal yang menargetkan sasaran di Israel serta pangkalan-pangkalan AS di berbagai negara di Timur Tengah.
Pada Sabtu (7/3), Presiden AS Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi AS lainnya diketahui menghadiri seremoni pemulangan jenazah enam tentara yang sebelumnya tewas di Timur Tengah. Upacara penghormatan tersebut diselenggarakan di pangkalan militer di Delaware, menandai kesedihan mendalam atas kehilangan para prajurit.

