Washington DC – Di tengah gejolak pasar energi global yang menyaksikan harga minyak dunia melonjak tajam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Ia menganggap lonjakan harga tersebut sebagai ‘urusan kecil’ dan ‘harga yang sangat murah untuk dibayar’ dalam konteks konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, respons Trump ini muncul saat kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi memuncak.
Konflik mematikan ini bermula pada Sabtu, 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut berakibat fatal bagi Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur. Iran tidak tinggal diam; respons balasan segera diluncurkan berupa serangan drone dan rudal yang menargetkan pangkalan militer serta fasilitas AS di beberapa negara Asia Barat, termasuk Qatar, Irak, Bahrain, dan Arab Saudi. Israel pun tak luput dari serangan balasan tersebut.

Eskalasi saling serang antara kedua belah pihak terus berlanjut, menciptakan ketegangan yang merambat ke sektor maritim. Kapal-kapal pengangkut minyak kini enggan melintasi Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Akibatnya, harga minyak mentah global melambung tinggi, menembus angka USD 100 per barel. Sejumlah negara produsen minyak utama, seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab, terpaksa mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan mereka cepat penuh akibat terhambatnya jalur pengiriman. Irak bahkan dilaporkan telah menghentikan produksinya pada minggu sebelumnya.
Menanggapi krisis energi ini, Presiden Trump menegaskan bahwa lonjakan harga minyak hanyalah pergerakan jangka pendek. Ia menyebutnya sebagai ‘harga yang sangat kecil untuk dibayar’ demi keamanan AS dan dunia. Menurutnya, harga akan segera stabil dan turun drastis ‘ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir’. Dalam pernyataannya melalui Truth Social, seperti dikutip Bloomberg dan Al Arabiya pada Senin (9/3/2026), Trump bahkan menambahkan dengan tegas, "HANYA ORANG BODOH YANG AKAN BERPIKIR SECARA BERBEDA."
Sebelumnya, dalam unggahan media sosial pada Sabtu (7/3) pagi, Trump juga telah mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap area dan kelompok di Iran yang sebelumnya tidak menjadi target. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah untuk tidak akan mundur dari posisi mereka. Sementara itu, Iran sendiri baru saja mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru, dengan Garda Revolusi Iran telah menyatakan janji kesetiaan mereka.

