Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Minneapolis Mencekam Trump Murka
Trending Indonesia

Minneapolis Mencekam Trump Murka

GunawatiBy Gunawati29-01-2026 - 10.45Tidak ada komentar4 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Minneapolis Mencekam Trump Murka
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Suasana politik Amerika Serikat kembali memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan komentar kontroversial terkait insiden penembakan fatal di Minneapolis. Trump secara blak-blakan menuding Wali Kota Minneapolis dan Gubernur Minnesota telah menghasut pemberontakan, menyusul kematian seorang warga sipil akibat tembakan agen federal. Peristiwa tragis ini tidak hanya memicu gelombang protes, tetapi juga memperuncing ketegangan antara pemerintah negara bagian dan federal.

Insiden berdarah ini terjadi pada Sabtu (24/1) waktu setempat, ketika seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menembak Alex Pretti (37), seorang warga negara AS, hingga tewas. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menggambarkan kejadian tersebut sebagai serangan, mengklaim bahwa agen patroli perbatasan melepaskan tembakan untuk membela diri. Menurut otoritas AS, Pretti mendekat dengan membawa pistol dan melakukan perlawanan keras saat upaya pelucutan senjata dilakukan. DHS lebih lanjut menjelaskan bahwa penembakan terjadi selama "operasi terarah di Minneapolis terhadap seorang imigran ilegal yang diburu karena penyerangan kekerasan." Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Kash Patel, bahkan menambahkan bahwa warga sipil "tidak boleh membawa senjata api yang berisi beberapa magasin ke lokasi protes apa pun."

Minneapolis Mencekam Trump Murka
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, narasi tersebut berbanding terbalik dengan rekaman video dari saksi mata yang telah diverifikasi oleh Reuters. Video tersebut menunjukkan Pretti memegang telepon di tangannya, bukan senjata api, saat ia berusaha membantu para pengunjuk rasa lain yang didorong oleh agen federal. Rekaman itu memperlihatkan Pretti mencoba melindungi diri dan berbalik saat disemprot merica oleh agen. Saat ia berbalik dan mencoba menolong seorang wanita yang terjatuh, agen imigrasi terus menyemprotnya. Pretti kemudian tampak dipaksa berlutut oleh beberapa agen, dan salah satu dari mereka terlihat menarik sesuatu dari pinggang Pretti sebelum menjauh. Beberapa saat kemudian, seorang petugas menembakkan empat tembakan ke punggung Pretti secara beruntun, diikuti tembakan lain dari agen berbeda. Setelah itu, semua agen mundur dari jasad Pretti, meskipun beberapa di antaranya terlihat menawarkan bantuan medis.

Alex Pretti, seorang perawat yang bekerja di rumah sakit Veteran Affairs (VA) Minneapolis, digambarkan oleh keluarganya sebagai "jiwa yang baik hati yang sangat peduli pada keluarga, teman-teman, dan mereka yang ia rawat." Kematiannya memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di Minneapolis, di mana ratusan massa berhadapan dengan agen bersenjata dan bertopeng yang menggunakan gas air mata dan granat kejut. Protes serupa juga meluas ke New York, Washington DC, dan San Francisco.

Menanggapi situasi yang memanas, Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social menuduh Wali Kota Minneapolis Jacob Frey dan Gubernur Minnesota Tim Walz (keduanya dari Partai Demokrat) telah "menghasut pemberontakan" dengan retorika "sombong, berbahaya, dan arogan." Trump menyalahkan kepemimpinan Partai Demokrat di Minneapolis dan Minnesota atas kematian dua warga AS, termasuk Pretti dan Renee Good yang tewas pada 7 Januari lalu, menuding mereka menolak penindakan keras terhadap imigrasi. Ia bahkan mengancam akan menggunakan Undang-Undang Pemberontakan untuk mengerahkan pasukan militer AS ke Minnesota.

Di sisi lain, Kepala Kepolisian Minneapolis, Brian O’Hara, mengonfirmasi kepada CBS News bahwa pistol yang dibawa Pretti adalah milik legal dan tidak ada larangan membawa senjata api yang dimiliki secara legal saat unjuk rasa, membantah klaim FBI.

Wali Kota Frey dengan tegas mengkritik pengerahan agen federal AS ke wilayahnya. Ia secara terang-terangan menyerukan Trump untuk "mengakhiri operasi ini dan menyadari bahwa hal ini tidak menciptakan keamanan di kota kami." Frey mempertanyakan, "Berapa banyak lagi warga, berapa banyak lagi warga Amerika, harus tewas atau terluka parah agar operasi ini berakhir?"

Seruan serupa juga disampaikan Gubernur Walz. Ia meminta Trump menarik pasukan federalnya. "Minnesota percaya pada hukum dan ketertiban. Kami percaya pada perdamaian. Dan kami percaya bahwa Trump perlu menarik 3.000 agennya yang tidak terlatih dari Minnesota sebelum mereka membunuh warga Amerika lainnya di jalanan," cetusnya.

Insiden ini memperparah ketegangan yang sudah ada antara pejabat negara bagian dan federal, terutama setelah penolakan pemerintah federal untuk mengizinkan pejabat lokal berpartisipasi dalam penyelidikan insiden penembakan Renee Good sebelumnya. Konflik ini menggarisbawahi perpecahan politik yang mendalam di Amerika Serikat, dengan nyawa warga sipil menjadi taruhannya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Minta Warga Jauhi Lokasi Ini Bahaya Mengintai

27-03-2026 - 18.00

Israel Batalkan Target Penting Iran Ada Apa Dibaliknya

27-03-2026 - 16.45

Daftar Maut Pejabat Iran Bocor ke Publik

27-03-2026 - 16.30

AS Siapkan Pasukan Besar ke Timur Tengah Sinyal Invasi Iran

27-03-2026 - 16.15

Iran Ancam Hotel Timur Tengah Ini Alasannya

27-03-2026 - 16.00

Anwar Ungkap Kabar Baik dari Hormuz

27-03-2026 - 12.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.