Friday, 24 May 2024

Search

Friday, 24 May 2024

Search

Liverpool Kalah Justru di Momen Krusial  

Pemain Crystal Palace bersukacita, pemain Liverpool tertunduk lesu.

LIVERPOOL – Liverpool kalah  0-1 di kandang sendiri saat menjamu Crystal Palace. Laga berlangsung di Anfield, Minggu (14/4) malam WIB. Hasil ini tentu menguntungkan Manchester City.

Tuan rumah mendominasi sejak sepak mula, tapi kecolongan oleh Eberechi Eze pada menit ke-14.  Terus mendominasi, Liverpool menciptakan banyak peluang. Tapi penyelesaian akhir yang buruk membuat gol tak kunjung tiba.

Sampai laga usai, Liverpool tak mampu mencetak gol. Mereka pun tertahan di posisi tiga dengan 71 poin dari 32 laga, dua poin di belakang Manchester City dan kalah selisih gol dari Arsenal yang belum bermain.

Kekalahan ini menunjukkan bahwa  ‘Si Merah’ malah rapuh di momen krusial. Ini adalah kekalahan kedua beruntun Liverpool di Anfield. Pada Jumat (12/4) lalu, mereka dihajar Atalanta 0-3.

Kekalahan-kekalahan ini sekaligus menandai meredupnya peluang memenangi tiga trofi di akhir musim. Mereka kini punya tugas berat membalikkan kedudukan lawan Atalanta di Liga Europa, juga harus mengejar Manchester City dan Arsenal di Premier League.

Memang sejak awal tanda-tandanya sudah kurang baik. Liverpool menyambut Palace dengan catatan tak pernah nirbobol (clean sheet) dalam delapan laga beruntun di Anfield. Alhasil kini mereka sudah sembilan laga tanpa clean sheet dan menyamai catatan terburuk mereka di Premier League, masing-masing pada 1996 dan 1999.

Mudah tertembus di belakang, tumpul di depan. Liverpool pun frustrasi sendiri kala menjamu Crystal Palace. Meski dominan, Liverpool tampak rapuh sejak sepak mula. Palace relatif selalu bisa menemukan ruang untuk lepas dari pressing pasukan Juergen Klopp.

Gol Eberechi Eze menunjukkan bagaimana Palace mengeksploitasi ruang di pertahanan Liverpool. Tyrick Mitchell terlepas di sisi kiri dan mengirim umpan tarik yang disambar dengan leluasa oleh Eze.

Bek kiri Si Merah Andy Robertson mengakui ini jadi pekerjaan rumah. “Itu sudah menjadi topik di beberapa laga terakhir dan itulah sebabnya kami dihukum di laga-laga ini. Kami kesulitan untuk menjaga gawang bersih sekarang ini.  Entah berapa banyak gol yang masuk di 10 atau 15 laga terakhir, tapi tidak akan banyak sih. Saat itu terjadi, maka peluang harus dimaksimalkan. Sesimpel itu,” ujarnya kepada Sky Sports dilansir BBC.

Melawan Palace, Si Merah punya sejumlah peluang besar di depan gawang dari Darwin Nunez, Mohamed Salah hingga Curtis Jones, tapi semuanya gagal. “Pemain-pemain  di depan gawang harus tampil lebih baik, tapi yang di belakang sebagai unit pertahanan secara keseluruhan juga harus lebih oke. Sangat bikin frustrasi hari ini,” ujar Robertson.

Juergen Klopp menyebut, hasil itu dipengaruhi kekalahan telak dari Atalanta. Pada laga sebelumnya Liverpool dipermalukan Atalanta 0-3 di perempatfinal leg pertama Liga Europa. Hasil tersebut mengikis peluang lolos Liverpool ke semifinal.

“Bisa jadi. Jika anda melihat tim saya selama bertahun-tahun, saya kira anda bisa mengatakan bahwa pressing kami biasanya bagus. Counterpress-nya ada. Babak pertama kami terbuka seperti ‘bagaimana itu bisa terjadi? Curtis (Jones) adalah satu-satunya yang betul-betul mengejar, betul-betul keluar dan dari waktu ke waktu mematahkan ritme lawan. Selain itu mereka (Palace) bisa menerobos. Mereka (Liverpool) buruk sekali disaksikan,” kata Klopp kepada Sky Sports.

Liverpool dan Arsenal  kompak menelan kekalahan pada akhir pekan. Hal itu melanggengkan posisi Manchester City di puncak klasemen. Pada Sabtu (13/4) malam WIB, Man City menang 5-1 melawan Luton Town.***

Vitus DP

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media