Internationalmedia.co.id – News – Rentetan ledakan dahsyat mengguncang ibu kota Qatar, Doha, pada Kamis (5/3) waktu setempat. Peristiwa ini disertai kepulan asap hitam yang membumbung tinggi di langit kota, terjadi hanya beberapa jam setelah pengumuman evakuasi warga di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Doha.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Teluk, yang belakangan menjadi sasaran gelombang serangan drone dan rudal Iran. Serangan-serangan tersebut disebut sebagai balasan atas gempuran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (28/2) lalu.

Jurnalis AFP yang berada di Doha melaporkan bahwa ledakan pada Kamis (5/3) merupakan salah satu yang paling dahsyat sejak Iran mulai menargetkan negara-negara Teluk pada akhir pekan sebelumnya. Pemandangan asap hitam pekat yang menjulang tinggi menjadi saksi bisu peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai potensi kerusakan atau korban jiwa akibat rentetan ledakan terbaru di wilayah Qatar.
Rentetan ledakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, melayangkan kritik keras kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam percakapan telepon pada Kamis (5/3). Ini menandai komunikasi tingkat tinggi pertama antara kedua negara sejak Iran memulai serangannya terhadap Qatar.
Menurut Kementerian Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed menuduh Iran berupaya "membahayakan negara-negara tetangga mereka dan menyeretnya ke dalam perang yang bukan perang mereka." Ia juga dengan tegas menolak klaim Iran yang menyatakan bahwa serangan mereka hanya menargetkan fasilitas AS, menegaskan bahwa sejumlah serangan justru menghantam area sipil dan permukiman penduduk di Qatar.
Dampak ketegangan ini tidak hanya terasa di Qatar. Pada hari yang sama, ledakan juga dilaporkan terdengar di Manama, ibu kota Bahrain. Sementara itu, otoritas Arab Saudi berhasil mencegat tiga rudal jelajah dan tiga drone. Di lepas pantai Kuwait, sebuah kapal tanker mengalami "ledakan besar" yang menyebabkan tumpahan minyak ke laut, seperti dilaporkan oleh badan keamanan maritim Inggris, UKMTO.
Serangkaian insiden ini menggarisbawahi eskalasi ketegangan yang signifikan di kawasan Teluk, memicu kekhawatiran akan stabilitas dan keamanan regional yang semakin rapuh.

