Internationalmedia.co.id – News – Eskalasi konflik di Lebanon akibat rentetan agresi militer Israel telah menyebabkan lonjakan tragis dalam jumlah korban jiwa. Data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dilaporkan oleh kantor berita AFP pada Senin (16/3/2026), menunjukkan bahwa angka kematian kini mencapai 886 orang sejak pecahnya perang antara Israel dan kelompok Hizbullah pada 2 Maret lalu. Serangan ini diklaim Israel menyasar basis-basis Hizbullah.
Angka 886 ini menandai peningkatan signifikan dari laporan sebelumnya yang mencatat 850 korban jiwa. Dalam pembaruan data terkini, Kementerian Kesehatan Lebanon merinci bahwa di antara para korban tewas terdapat 67 wanita dan 111 anak-anak, sebuah fakta yang menggarisbawahi dampak mengerikan konflik terhadap warga sipil. Selain itu, 38 petugas kesehatan juga kehilangan nyawa mereka, dan sebanyak 2.141 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempuran yang tiada henti.

Konflik berdarah yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir ini ditandai dengan baku tembak lintas batas yang intens. Kelompok Hizbullah secara konsisten melancarkan serangan roket ke situs-situs militer Israel, yang kemudian dibalas dengan keras oleh Tel Aviv. Pasukan Israel membalas dengan gempuran udara dan artileri yang menargetkan area-area yang diyakini sebagai benteng pertahanan Hizbullah di Lebanon.
Operasi militer Israel di Lebanon tidak hanya terbatas pada serangan udara. Mereka telah melancarkan bombardir intensif terhadap area pinggiran selatan Beirut serta sejumlah wilayah di Lebanon bagian selatan dan timur. Yang lebih mengkhawatirkan, sejak 3 Maret, Tel Aviv juga telah memulai operasi darat terbatas di wilayah selatan Lebanon, menandai eskalasi lebih lanjut dalam konflik yang semakin memanas ini.

