Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Klaim Trump Dibantah Iran Mentah Mentah
Trending Indonesia

Klaim Trump Dibantah Iran Mentah Mentah

GunawatiBy Gunawati28-01-2026 - 18.15Tidak ada komentar3 Mins Read4 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Klaim Trump Dibantah Iran Mentah Mentah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran – Di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara Teheran dan Washington, otoritas Iran dengan tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai adanya permintaan negosiasi dari pihaknya. Penegasan ini, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id – News, menambah lapisan kompleksitas pada ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara adidaya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah keras pernyataan Trump yang berulang kali mengklaim Teheran telah menghubungi Washington untuk memulai dialog. Araghchi, dalam keterangannya kepada media pemerintah Iran pada Rabu lalu, menegaskan bahwa ia tidak memiliki kontak dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam beberapa hari terakhir, apalagi mengajukan permintaan negosiasi. "Tidak ada kontak antara saya dan Witkoff dalam beberapa hari terakhir, dan tidak ada permintaan untuk negosiasi yang diajukan dari kami," ujar Araghchi.

Klaim Trump Dibantah Iran Mentah Mentah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menambahkan bahwa meskipun ada berbagai mediator yang "sedang menggelar konsultasi" dan melakukan kontak dengan Teheran, sikap Iran tetap tidak berubah. "Sikap kami jelas, negosiasi tidak berjalan seiring ancaman-ancaman, dan dialog hanya dapat dilakukan ketika tidak ada lagi ancaman dan tuntutan yang berlebihan," tegas Araghchi, menggarisbawahi prasyarat Teheran untuk setiap pembicaraan.

Namun, narasi yang disampaikan Presiden AS Donald Trump sangat berbeda. Dalam beberapa kesempatan, termasuk wawancara terbaru dengan media Axios, Trump berulang kali menyatakan bahwa Iran sangat ingin berdialog dan mencapai kesepakatan dengan Washington. "Mereka (Iran) ingin membuat kesepakatan. Saya mengetahui itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berdialog," klaim Trump, mengindikasikan adanya upaya komunikasi dari pihak Iran. Saat berpidato pada Selasa lalu, Trump kembali menyuarakan harapannya akan dialog, "Saya harap mereka mencapai kesepakatan," ucapnya, menunjukkan keinginan AS untuk meredakan ketegangan melalui jalur diplomatik, meskipun klaimnya dibantah Teheran.

Ketegangan antara AS dan Iran memang telah mencapai puncaknya dalam beberapa bulan terakhir. Setelah Iran melakukan penindakan keras terhadap demonstran yang memprotes pemerintah, yang diwarnai pemadaman internet secara total pada awal bulan ini, Trump memberikan sinyal yang beragam mengenai potensi intervensi militer. Bahkan, awal bulan ini, Trump hampir memerintahkan serangan terhadap target rezim di Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran, namun kemudian menunda keputusannya, sembari mengerahkan aset-aset militer AS ke kawasan tersebut.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), pada Selasa lalu, menyatakan bahwa Teheran menyambut baik setiap proses, dalam kerangka hukum internasional, yang mencegah perang. Pernyataan ini menunjukkan keinginan Iran untuk menghindari konflik bersenjata.

Sementara itu, Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, pada awal bulan ini, telah menguraikan persyaratan ketat untuk setiap kesepakatan. Persyaratan tersebut mencakup larangan pengayaan uranium di Iran, pemusnahan uranium yang telah diperkaya, pembatasan persediaan rudal jarak jauh Teheran, dan pengurangan dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan Timur Tengah. Iran sendiri sebelumnya telah menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi dengan AS, namun secara tegas menolak persyaratan yang disebutkan Witkoff, menganggapnya sebagai tuntutan yang berlebihan dan tidak dapat diterima.

Dengan perbedaan narasi yang mencolok dan prasyarat yang saling bertentangan, prospek dialog langsung antara AS dan Iran masih terlihat jauh, menyisakan ketidakpastian di tengah dinamika geopolitik yang terus bergejolak.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Mengapa Pemimpin Tertinggi Iran Tak Kunjung Tampil

27-03-2026 - 23.15

Krisis Energi Mengguncang Asia Tenggara China Siap Ambil Peran

27-03-2026 - 23.00

Iran Serukan Persatuan Muslim Dunia Genting

27-03-2026 - 21.45

Situasi Lebanon Selatan Memanas Israel Perluas Serangan

27-03-2026 - 21.30

Siapa yang Berbohong Soal Selat Hormuz

27-03-2026 - 21.15

Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah

27-03-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.