Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru telah memicu gelombang ketidakpuasan dari Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas menyatakan penolakannya, menyebut keputusan tersebut sebagai "kesalahan besar" yang dilakukan oleh Teheran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pernyataan Trump ini disampaikan kepada media AS, NBC News, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (10/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Trump tidak menahan diri untuk mengkritik keras langkah Iran. "Saya rasa mereka (Iran) telah melakukan kesalahan besar," ujar Trump. Ia bahkan meragukan keberlanjutan kepemimpinan baru ini, menambahkan, "Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka telah melakukan kesalahan."

Ketidaksenangan Trump bukan kali ini saja diungkapkan. Sebelumnya, ia telah menyatakan kepada New York Post bahwa dirinya "tidak senang" dengan penunjukan Mojtaba. Bahkan, Trump secara kontroversial menegaskan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru "harus mendapatkan persetujuan dari kita," sebuah pernyataan yang menggarisbawahi klaim otoritas AS dalam urusan internal negara lain.
Otoritas Iran sendiri secara resmi mengumumkan pengangkatan Mojtaba Khamenei pada Minggu (8/3) waktu setempat. Pria berusia 56 tahun itu kini menduduki posisi puncak menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Dengan pengangkatannya, Mojtaba tercatat sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak negara Syiah tersebut dilanda revolusi besar pada tahun 1979, menandai babak baru dalam sejarah politik Iran yang kerap bergejolak.
Dalam wawancara terpisah dengan CBS News, Trump memilih untuk tidak berkomentar banyak mengenai sosok Mojtaba. "Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak," tegas Trump, sembari secara samar-samar menambahkan bahwa ia sebenarnya memiliki kandidat lain dalam benaknya untuk menggantikan Khamenei, namun tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

