Internationalmedia.co.id – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dijadwalkan akan disambut secara meriah oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada hari Selasa (18/11) waktu setempat. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi MBS ke AS sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018 yang lalu.
Trump diperkirakan akan memberikan sambutan istimewa kepada MBS, termasuk penerbangan jet tempur AS, dentuman meriam, dan jamuan makan malam kenegaraan. Langkah ini menunjukkan prioritas Trump dalam mempererat hubungan dengan Riyadh sejak kembali menjabat pada Januari lalu. Bahkan, Trump menyatakan akan menjual jet tempur siluman F-35 buatan AS kepada Saudi, meskipun ada kekhawatiran dari Israel.

Selain kesepakatan pertahanan, kedua negara juga diperkirakan akan menandatangani kerangka kerja sama nuklir. Trump juga akan mendorong MBS untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mencapai kesepakatan perdamaian Timur Tengah pasca-perang Gaza.
"Kita lebih dari sekadar bertemu. Kita menghormati Arab Saudi, sang Putra Mahkota," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One, menegaskan pentingnya kunjungan ini.
MBS sendiri berharap kunjungan ini menjadi awal baru, setelah kasus pembunuhan Khashoggi sempat menodai hubungan Riyadh dan Washington. Pangeran berusia 40 tahun ini telah menjalin hubungan dekat dengan Trump dan keluarganya selama bertahun-tahun, yang diperkuat dengan janji investasi US$ 600 miliar saat kunjungan Trump ke Riyadh pada Mei lalu.
Selain itu, MBS juga mengincar jaminan keamanan AS, terutama setelah serangan Israel terhadap Qatar pada September lalu mengguncang kawasan Teluk. Riyadh juga berminat membeli sistem pertahanan udara dan rudal canggih AS.
Namun, normalisasi hubungan dengan Israel tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Saudi diperkirakan tidak akan menyetujui langkah tersebut tanpa adanya kemajuan dalam upaya internasional untuk pembentukan negara Palestina.

