Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas, namun insiden yang menimpa salah satu aset militer paling vital Amerika Serikat justru datang dari sumber tak terduga. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kapal induk raksasa USS Gerald R Ford dilanda kebakaran saat beroperasi di perairan Laut Merah pada Kamis, 12 Maret waktu setempat. Angkatan Laut AS segera menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak terkait dengan konflik atau serangan dari pihak musuh, khususnya Iran.
Menurut pernyataan resmi dari Komando Angkatan Laut Pusat AS (NAVCENT), atau yang juga dikenal sebagai Armada Kelima AS, api bermula di ruang laundry utama kapal induk tersebut. Insiden ini menyebabkan setidaknya dua pelaut mengalami luka-luka. Meskipun demikian, NAVCENT memastikan bahwa cedera yang dialami kedua personel tersebut tidak mengancam jiwa dan kondisi mereka stabil setelah mendapatkan perawatan medis.

Dalam keterangan persnya, NAVCENT secara tegas membantah spekulasi mengenai penyebab kebakaran yang mungkin terkait dengan operasi militer. "Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran, dan api telah dipadamkan," demikian bunyi pernyataan tersebut. Lebih lanjut, mereka menambahkan bahwa "tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh," menjamin kemampuan tempur kapal tetap utuh.
Kehadiran USS Gerald R Ford di Laut Merah sendiri merupakan bagian dari Operation Epic Fury, sebuah operasi gabungan antara Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu, dengan fokus pada operasi militer melawan Iran. Selain USS Gerald R Ford, AS juga mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah untuk memperkuat kehadiran militernya dalam mendukung operasi tersebut.
Simak terus perkembangan terkini dari kawasan Timur Tengah dan berbagai berita global lainnya hanya di internationalmedia.co.id.

