Israel secara terbuka mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah universitas di Teheran yang berada di bawah kendali Garda Revolusi Iran (IRGC). Klaim ini muncul dengan tudingan bahwa institusi pendidikan tersebut merupakan pusat penelitian dan pengembangan senjata mutakhir. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari AFP, militer Israel menyebut bahwa "salah satu situs infrastruktur militer utama IRGC baru-baru ini diserang." Lokasi yang dimaksud adalah kompleks Universitas Imam Hossein, yang mereka sebut sebagai "lembaga akademik militer utama IRGC" dan juga berfungsi sebagai "aset darurat bagi badan-badan militer rezim."

Lebih lanjut, militer Israel mengklaim telah melancarkan beberapa kali serangan terhadap infrastruktur militer di dalam universitas tersebut. Tujuan serangan ini, menurut mereka, adalah untuk "menimbulkan kerusakan signifikan pada kemampuan produksi dan pengembangan senjata rezim." Israel merinci target yang dihancurkan meliputi terowongan angin di bawah universitas, pusat kimianya, serta pusat teknologi dan teknik dari kelompok mekanik dan pengembangannya, yang semuanya dituding terlibat dalam pengembangan senjata.
Universitas Imam Hossein bukanlah institusi sembarangan. Para pejabat senior Iran, termasuk mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, diketahui pernah mengunjungi kampus tersebut, menggarisbawahi pentingnya lembaga ini bagi struktur pertahanan Iran.
Sebagai konteks, Garda Revolusi Iran sebelumnya pernah melontarkan ancaman untuk menargetkan universitas-universitas Amerika Serikat di Timur Tengah. Ancaman tersebut disampaikan menyusul serangan gabungan AS-Israel yang menghancurkan dua universitas Iran di masa lalu, menunjukkan pola eskalasi dan pembalasan dalam konflik regional.

