Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel secara terbuka menyatakan komitmennya untuk melanjutkan serangkaian operasi eliminasi terhadap pejabat tinggi Iran. Pernyataan tegas ini muncul menyusul klaim Israel yang berhasil melenyapkan Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa ancaman ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik bayangan kedua negara.
Dilansir dari laporan AFP pada Kamis (19/3/2026), juru bicara militer Israel dengan gamblang menyatakan bahwa "serangkaian pembunuhan" terhadap tokoh-tokoh penting Iran tidak akan dihentikan. Pembunuhan Esmail Khatib sendiri bukanlah insiden tunggal; sebelumnya, Israel juga mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya Ali Larijani, kepala keamanan Iran yang berpengaruh, serta Gholamreza Soleimani, pemimpin pasukan paramiliter Basij yang merupakan unit dari Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Dalam sebuah pengarahan yang disiarkan televisi, Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, menegaskan misi mereka. "Selama 24 jam terakhir, kami terus melacak dan melenyapkan pejabat senior rezim, para pembunuh yang bertanggung jawab atas banyak operasi teroris," ujarnya. Defrin menambahkan dengan nada mengancam, "Kami akan terus memburu semua pejabat senior rezim. Serangkaian pembunuhan tidak akan berhenti."
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah mengonfirmasi kematian Esmail Khatib. Dalam pernyataan yang dirilis AFP pada Rabu (18/3), Katz menyatakan, "Tadi malam Menteri Intelijen Iran Khatib juga telah dilenyapkan," mengindikasikan bahwa serangan yang menewaskan Khatib terjadi pada malam sebelumnya. Tindakan ini diperkirakan akan semakin memanaskan hubungan kedua negara dan berpotensi memicu balasan dari Teheran, yang selama ini menuduh Israel melakukan terorisme negara.

