Tel Aviv, Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel pada Selasa (3/3) mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi penduduk di puluhan wilayah Lebanon. Seruan ini, yang juga disertai peringatan khusus kepada warga di dua area selatan Beirut, ibu kota Lebanon, untuk menjauhi bangunan-bangunan tertentu, mengisyaratkan persiapan operasi militer skala besar yang akan segera dilancarkan terhadap kelompok Hizbullah.
Langkah drastis Israel ini muncul sehari setelah pada Senin (2/3), militer Israel bersumpah untuk mengintensifkan serangan ke Lebanon dan memaksa Hizbullah menanggung "konsekuensi berat". Ancaman tersebut merupakan respons atas serangan roket dan drone yang dilancarkan Hizbullah ke Tel Aviv, sebagai balasan atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyampaikan peringatan ini dalam bahasa Arab melalui platform Telegram. "Peringatan mendesak kepada para penduduk Lebanon, khususnya di desa-desa yang namanya tercantum," ujarnya. "Untuk keselamatan Anda, sangat penting untuk segera meninggalkan kediaman Anda."
Perintah evakuasi yang dirilis militer Israel memuat daftar 50 lokasi di Lebanon. Mayoritas area yang warganya diminta mengungsi berada di wilayah Lebanon bagian selatan, yang kerap menjadi sasaran serangan Israel dengan dalih menargetkan infrastruktur Hizbullah.
Dalam peringatan terpisah, Adraee juga secara spesifik mengimbau warga di area Ghobeiry dan Haret Hreik di selatan Beirut untuk menghindari dua bangunan tertentu. "Area Anda berdekatan dengan fasilitas dan kepentingan Hizbullah, yang dalam waktu dekat akan menjadi titik operasi IDF (Angkatan Bersenjata Israel)," jelasnya. "Demi keselamatan Anda dan keluarga, Anda harus segera mengungsi dari bangunan-bangunan ini serta bangunan yang berdekatan, dan menjaga jarak aman minimal 300 meter."
Peringatan serupa juga ditujukan kepada "orang-orang yang berada di pinggiran selatan Beirut, terutama di area Hadath," agar menghindari bangunan ketiga.
Sementara itu, pada Senin (2/3), pemerintah Lebanon mengambil langkah tak terduga dengan melarang aktivitas militer dan keamanan Hizbullah, sebuah keputusan yang menuai kecaman keras dari kelompok yang didukung Iran tersebut.
Eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah kembali memanas setelah kelompok itu mengumumkan telah meluncurkan rentetan roket dan drone ke wilayah Israel pada Senin (2/3) pagi. Serangan ini diklaim sebagai pembalasan atas kematian Khamenei dalam serangan yang dituding dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Tel Aviv merespons dengan melancarkan gempuran terhadap pinggiran selatan Beirut serta puluhan desa di wilayah selatan Lebanon. Pemerintah Beirut melaporkan bahwa serangan Israel telah mengakibatkan sedikitnya 52 korban jiwa dan melukai 154 orang lainnya.

