Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah akan terus melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan tegas ini muncul menyusul insiden serius di mana sebuah rudal Iran dilaporkan menghantam area dekat fasilitas nuklir Israel akhir pekan lalu, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Netanyahu mengungkapkan bahwa malam itu adalah "malam yang sangat sulit" bagi negaranya, dengan dua serangan rudal langsung di wilayah selatan Israel yang menyebabkan puluhan warga terluka. "Ini adalah malam yang sangat sulit dalam pertempuran demi masa depan kita," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, menegaskan tekadnya. "Kami bertekad untuk terus menyerang musuh kami di semua lini."

Sebelumnya, militer Israel mengonfirmasi bahwa rudal Iran menghantam kota Dimona, lokasi strategis yang menjadi rumah bagi fasilitas nuklir Israel di Gurun Negev. Serangan langsung ini terjadi pada Sabtu malam waktu setempat, menambah daftar panjang insiden yang melibatkan kedua negara.
Sebagai respons, televisi pemerintah Iran mengklaim serangan terhadap kota Israel tersebut sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan terhadap situs nuklir Iran. Organisasi Energi Atom Iran sebelumnya melaporkan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran, meskipun tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang dilaporkan. Klaim ini mengindikasikan siklus saling balas serangan yang semakin intens.
Dampak serangan rudal di Israel selatan cukup signifikan. Petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan kerusakan parah pada beberapa bangunan di kota Arad, sekitar 25 kilometer timur laut Dimona. "Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut," kata dinas tersebut, menambahkan bahwa serangan itu adalah hantaman langsung di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal. Petugas medis Israel mencatat sekitar 30 orang terluka di Arad setelah puing-puing berjatuhan menyusul peringatan serangan dari Iran. Insiden ini semakin memperkeruh situasi keamanan di kawasan tersebut, menuntut perhatian serius dari komunitas internasional.

