Tel Aviv – Pemerintah Israel kembali mengambil langkah tegas dengan memperpanjang larangan pembelajaran tatap muka hingga dua hari ke depan. Keputusan ini diambil menyikapi eskalasi konflik yang tengah melanda negara tersebut dengan Iran, seperti dilansir Internationalmedia.co.id – News.
Tidak hanya sektor pendidikan, pembatasan ini juga diperluas hingga melarang pertemuan berskala besar serta aktivitas kerja di wilayah-wilayah yang tidak memiliki akses cepat ke tempat perlindungan bom.

Keputusan ini menandai pembalikan kebijakan yang signifikan. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (12/3), otoritas Israel sempat mengisyaratkan pelonggaran pembatasan menyusul menurunnya intensitas tembakan rudal balistik dari Iran, sebuah perkembangan yang dilaporkan oleh The Times of Israel.
Kala itu, Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel bahkan telah mengumumkan penyesuaian skala aktivitas di negara tersebut, dari kategori "aktivitas penting" menjadi "aktivitas terbatas". Berdasarkan pedoman yang direncanakan, kegiatan pendidikan tetap dilarang kecuali untuk pengecualian tertentu. Pertemuan hingga 50 orang diperbolehkan, asalkan tempat perlindungan dapat dijangkau dalam waktu singkat. Begitu pula dengan perusahaan yang diizinkan beroperasi dengan syarat akses ke tempat perlindungan tersedia. Namun, pantai tetap ditutup untuk umum.
Dengan perpanjangan larangan ini, Israel kembali memperketat kewaspadaan di tengah ketegangan yang terus memuncak dengan Iran, memprioritaskan keselamatan warganya di atas segalanya.

