Internationalmedia.co.id – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan perang angkatan laut di perairan Teluk, sebuah langkah yang jelas ditujukan sebagai peringatan keras bagi kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di wilayah tersebut. Latihan ini digelar pasca ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel, yang turut melibatkan AS, beberapa bulan lalu.
Latihan perang ini, menurut laporan televisi pemerintah Iran, menunjukkan "pengorbanan dan semangat perlawanan" Angkatan Laut IRGC dalam menghadapi ancaman apapun terhadap Iran. Unit-unit angkatan laut yang terlibat dalam latihan tersebut dilaporkan "mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal Amerika yang berada di kawasan itu, menyampaikan pesan tegas mereka," meskipun isi pesan tersebut tidak diungkapkan secara rinci.

IRGC juga mengerahkan sistem pertahanan udara canggih yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan, yang diklaim mampu mendeteksi target udara dan maritim dalam kondisi perang elektronik. Langkah ini semakin mempertegas kesiapan Iran dalam menghadapi potensi ancaman di kawasan strategis tersebut.
Wakil Panglima IRGC, Ali Fadavi, sebelumnya menegaskan bahwa "tidak ada negara yang dapat meremehkan peran Selat Hormuz," dan berjanji untuk melindungi jalur perairan vital tersebut. Ia juga menyebut keamanan Teluk sebagai "garis merah" bagi Iran, menuding AS dan Israel sebagai "pendorong utama ketidakamanan global."
Kawasan Teluk, khususnya Selat Hormuz yang strategis, merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen ekspor minyak dunia setiap tahunnya. IRGC sebelumnya telah berulang kali menyita kapal tanker berbendera asing yang berlayar di kawasan tersebut, dengan alasan penyelundupan bahan bakar. Latihan perang ini semakin meningkatkan tensi di kawasan yang sudah rawan konflik.

