Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Amerika Serikat (AS) membuat klaim mengejutkan terkait operasi militernya di tengah konflik yang sedang berlangsung. Sebuah laporan dari perwira tinggi militer AS menyebutkan bahwa lebih dari tiga puluh kapal milik Iran telah berhasil ditenggelamkan, menandai kemunduran signifikan bagi Teheran di tengah intensitas serangan rudal balistik dan drone yang diklaim menurun drastis.
Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat (CENTCOM) yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah, dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (6/3/2026), mengungkapkan detail serangan terbaru. "Sekarang kami telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal, dan dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, kira-kira seukuran kapal induk Perang Dunia II. Dan saat ini, kapal itu terbakar," ujar Cooper, sebagaimana dikutip AFP.

Menurut Cooper, efektivitas serangan AS ini telah berdampak signifikan pada kemampuan Iran. Ia mencatat penurunan drastis dalam serangan rudal balistik Iran, yang kini berkurang 90 persen sejak hari pertama konflik. Serangan drone juga mengalami penurunan substansial sebesar 83 persen, sebuah indikasi bahwa tekanan militer AS mulai membuahkan hasil.
Klaim ini muncul setelah Amerika Serikat bersama pasukan Israel melancarkan serangan udara berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons, Teheran membalas dengan meluncurkan gelombang drone serang dan rudal ke sejumlah negara di kawasan tersebut, memperpanjang daftar eskalasi konflik di Timur Tengah.
Misi utama AS, yang diberi nama ‘Operasi Epic Fury’, bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan rudal balistik serta kekuatan angkatan laut Iran. Cooper menjelaskan bahwa target operasi tidak hanya terbatas pada rudal yang sudah ada, melainkan juga berupaya meratakan basis industri rudal balistik Iran secara keseluruhan. "Saat kita beralih ke fase berikutnya dari operasi ini, kita akan secara sistematis membongkar kemampuan produksi rudal Iran untuk masa depan," tegas Cooper, mengindikasikan strategi jangka panjang AS untuk menekan kemampuan militer Iran.

