Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara tegas menyatakan bahwa merekalah yang akan menjadi penentu "akhir perang" di Timur Tengah. Pernyataan tersebut, yang dilansir kantor berita AFP pada Selasa (10/3/2026), muncul menyusul klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa konflik regional itu akan segera berakhir. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, IRGC menekankan bahwa masa depan kawasan kini sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata mereka, bukan pasukan Amerika.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan, "Kamilah yang akan menentukan akhir perang." Mereka melanjutkan dengan menyatakan bahwa "situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami; pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang." Pernyataan ini secara gamblang menolak narasi Washington mengenai dominasi militer di wilayah tersebut dan menegaskan kedaulatan Iran dalam menentukan nasib konfliknya.

Kontradiksi ini muncul setelah Presiden Trump, dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat, mengklaim bahwa perang melawan Iran sudah "sangat tuntas" dan "hampir" berakhir. Menurut laporan internationalmedia.co.id, Trump juga menyebut Washington jauh melampaui perkiraan awal yang memprediksi konflik akan berlangsung selama empat hingga lima pekan.
Dalam wawancara tersebut, Trump dengan yakin menguraikan kondisi militer Iran yang menurutnya telah lumpuh. "Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara," ujar Trump. Ia menambahkan, "Rudal-rudul mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump, merujuk pada serangkaian serangan yang dilancarkan AS dan Israel.
Militer AS sendiri sebelumnya telah mengumumkan bahwa pasukannya berhasil menyerang lebih dari 3.000 target di wilayah Iran selama minggu pertama operasi militer yang diberi nama "Operation Epic Fury" tersebut. Ini menunjukkan skala serangan yang masif sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Trump lebih lanjut menegaskan kepada wartawan CBS News, Weijia Jiang, bahwa "Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun yang tersisa. Tidak ada yang tersisa dalam artian militernya." Ia juga mengklaim AS "sangat jauh" melampaui perkiraan awal durasi perang, yang semula diproyeksikan akan berlangsung 4-5 minggu. Ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Trump dengan tegas menjawab, "Berakhirnya perang itu hanya ada di pikiran saya, bukan pikiran orang lain," mengindikasikan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangannya.

