Beijing – Pemerintah Tiongkok melalui Internationalmedia.co.id – News mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warganya yang berada di Iran untuk segera mengungsi. Peringatan ini datang menyusul eskalasi risiko keamanan eksternal yang signifikan, di mana Iran kini menghadapi ancaman serangan militer dari Amerika Serikat (AS).
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Tiongkok di platform media sosial, Jumat (27/2/2026), disebutkan, "Warga negara Tiongkok yang saat ini berada di Iran disarankan untuk memperkuat tindakan pencegahan keselamatan dan mengungsi sesegera mungkin." Imbauan ini menegaskan urgensi situasi yang berkembang.

Di sisi lain, Amerika Serikat sendiri telah mengizinkan keberangkatan staf kedutaan non-darurat dari Israel. Langkah ini diambil di tengah ancaman nyata AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran, yang turut memicu pembangunan militer terbesar di kawasan Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir. Situasi ini menunjukkan tingkat ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perkembangan ini muncul hanya sehari setelah serangkaian pembicaraan yang dimediasi oleh Oman antara Iran dan AS. Dialog tersebut, yang secara luas dipandang sebagai upaya terakhir untuk mencegah pecahnya konflik berskala penuh, sempat memunculkan optimisme awal. Namun, harapan itu segera meredup setelah Teheran mengeluarkan peringatan keras bahwa Washington harus menurunkan "tuntutan yang berlebihan" jika ingin mencapai kesepakatan.
Mengingat situasi keamanan yang kian memburuk, Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga secara tegas mengimbau warganya untuk menunda sementara waktu segala bentuk perjalanan ke Iran.
Untuk memfasilitasi proses evakuasi, Kemlu Tiongkok memastikan bahwa kedutaan besar dan konsulat Tiongkok yang berlokasi di Iran serta negara-negara tetangga akan siap memberikan bantuan yang diperlukan. Bantuan tersebut mencakup koordinasi bagi warga negara Tiongkok yang ingin berpindah, baik melalui penerbangan komersial maupun jalur darat.

