Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Iran di Ujung Tanduk PBB Bertindak Keras
Trending Indonesia

Iran di Ujung Tanduk PBB Bertindak Keras

GunawatiBy Gunawati12-03-2026 - 12.30Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Iran di Ujung Tanduk PBB Bertindak Keras
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Dalam langkah signifikan untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara resmi mengesahkan sebuah resolusi mendesak Iran agar segera menghentikan segala bentuk serangannya terhadap negara-negara Teluk. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa DK PBB menegaskan tindakan Iran tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, yang berpotensi memicu "ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan global."

Resolusi penting ini disetujui pada Rabu (11/3) waktu setempat, dengan dukungan mayoritas 13 negara anggota dan dua negara memilih abstain. Dokumen tersebut secara eksplisit "menuntut penghentian segera seluruh agresi yang dilakukan oleh Republik Islam Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania."

Iran di Ujung Tanduk PBB Bertindak Keras
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, seperti dilansir dari kantor berita AFP, resolusi tersebut juga dengan tegas "mengecam setiap tindakan atau ancaman dari Republik Islam Iran yang berupaya untuk menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional di Selat Hormuz." Jalur laut ini dikenal vital bagi perdagangan energi global.

Konteks ketegangan ini bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran dan memicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangkaian serangan menggunakan drone dan rudal di berbagai penjuru kawasan. Ironisnya, beberapa serangan tersebut menghantam negara-negara tetangga yang telah menegaskan netralitas mereka dan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai basis peluncuran serangan oleh pihak mana pun. Tak hanya itu, Iran juga menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, sebuah koridor maritim krusial bagi distribusi bahan bakar dunia, dalam upaya nyata untuk mengganggu stabilitas perekonomian global.

Di tengah perkembangan ini, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) waktu setempat mengisyaratkan bahwa konflik dengan Iran mungkin akan segera mencapai puncaknya. Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran kini berada di ambang kekalahan, dengan prospek pemulihan yang sangat sulit pasca-perang.

Mengutip laporan internationalmedia.co.id dari AFP pada Kamis (12/3), Trump menggambarkan Iran sebagai negara yang "terpojok." Ia mengklaim bahwa serangkaian serangan yang dilancarkan AS akan membuat Iran "nyaris mustahil" untuk kembali menata dan membangun negaranya. "Mereka sudah hampir mencapai ujung jalan," tegas Trump dari Washington DC.

Menurutnya, kekuatan militer AS memiliki kapabilitas untuk menargetkan setiap sudut wilayah Iran dengan mudah, yang akan semakin mempersulit proses pemulihan negara tersebut. Trump juga menekankan komitmen pihaknya untuk memantau perkembangan secara aktif, guna memastikan Iran tidak dapat membangun kembali kekuatannya dalam waktu singkat. "Kami bisa saja menyerang beberapa bagian Teheran dan lokasi-lokasi lain yang, jika itu terjadi, akan membuat mereka nyaris mustahil membangun kembali negara mereka, dan kami tidak menginginkan skenario itu," pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Irak Memanas Milisi Beri Peringatan Keras

18-03-2026 - 03.30

Eropa Kompak Tolak Trump Selat Hormuz

18-03-2026 - 03.15

Tokoh Kunci Iran Gugur Siapa Dalangnya

18-03-2026 - 03.00

Pesan Misterius Larijani Usai Klaim Israel

17-03-2026 - 23.00

Misteri Serangan Udara Kabul

17-03-2026 - 21.45

Selat Hormuz Dibuka Iran Ini Syaratnya

17-03-2026 - 21.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.