Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui Pasukan Quds, unit elitnya, telah mengeluarkan janji pembalasan tanpa henti terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel. Pasukan Quds bersumpah akan "membuka pintu api" bagi musuh dan tidak akan berhenti hingga mereka dikalahkan. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.
Pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (11/3) waktu setempat ini mengutuk keras serangan AS-Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu, menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. Serangan tersebut, menurut Pasukan Quds, telah merenggut nyawa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi Iran, serta warga sipil tak berdosa.

Meskipun menghadapi kekejaman tersebut, Republik Islam Iran dan sekutunya dalam Poros Perlawanan regional menegaskan bahwa tekad mereka tidak akan goyah. Pasukan Quds menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan perjuangan melawan "kesombongan global dan Zionisme internasional."
Menurut laporan Press TV Iran yang diterbitkan pada Kamis (12/3), Pasukan Quds menyatakan, "Setelah musuh melanggar semua batasan kemanusiaan dan hukum internasional, kami menganggapnya sebagai kewajiban agama kami untuk terus berjuang dengan kekuatan penuh." Unit elit IRGC ini bersumpah, "Kami akan membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan." Mereka juga memperingatkan bahwa "musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia – bahkan di rumah mereka sendiri."
Pernyataan tersebut juga menggarisbawahi tekad untuk tidak berhenti melawan "sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan," serta berjanji akan membalas dendam atas nama kaum tertindas dan para martir.
Ancaman ini bukan sekadar retorika. Pasukan Quds mengeluarkan pernyataan di tengah gelombang serangan balasan yang terus-menerus dilancarkan oleh IRGC terhadap target-target strategis dan sensitif Amerika serta Israel di seluruh kawasan. Sejauh ini, IRGC dilaporkan telah melancarkan setidaknya 39 gelombang serangan balasan, menargetkan beberapa lokasi penting seperti kota Tel Aviv, pelabuhan Haifa yang diduduki, dan Be’er Sheva, yang merupakan pusat vital bagi rezim Israel.
Saksikan informasi terkini lainnya di internationalmedia.co.id Sore. Simak juga video terkait: Alasan Kemanusiaan, Brigade Al-Quds Akan Bebaskan 2 Sandera Warga Israel.

