Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Harga Minyak Meroket Trump Sebut Murah
Trending Indonesia

Harga Minyak Meroket Trump Sebut Murah

GunawatiBy Gunawati09-03-2026 - 16.00Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Harga Minyak Meroket Trump Sebut Murah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Di tengah gejolak pasar energi global, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan terkait lonjakan harga minyak. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kenaikan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, namun Trump justru menyebutnya sebagai "harga yang sangat kecil untuk dibayar". Pernyataan ini muncul setelah AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Dilansir dari sumber-sumber seperti Bloomberg dan Al Arabiya, Trump, melalui platform Truth Social pada Senin (9/3/2026), menegaskan bahwa lonjakan harga minyak ini bersifat sementara. Ia memprediksi harga akan "turun dengan cepat ketika penghancuran ancaman nuklir Iran berakhir". Bagi Trump, ini adalah "harga yang sangat kecil untuk dibayar demi AS, Dunia, Keamanan, dan Perdamaian". Ia bahkan menambahkan dengan tegas, "Hanya orang bodoh yang akan berpikir secara berbeda."

Harga Minyak Meroket Trump Sebut Murah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Konflik di Timur Tengah sendiri menunjukkan tanda-tanda semakin memanas. Setelah serangan awal oleh AS dan Israel, Iran telah membalas dengan menyerang negara-negara Teluk yang menjadi basis aset militer AS, memicu kekhawatiran global akan krisis inflasi yang meluas.

Dampak langsung dari konflik ini terlihat jelas di pasar energi. Penutupan Selat Hormuz, jalur perairan vital yang menangani seperlima pasokan minyak dunia, ditambah dengan serangan terhadap infrastruktur energi utama, telah mendorong harga minyak mentah dan gas alam melonjak. Harga minyak kini melampaui US$100 per barel. Fenomena ini diperparah dengan keputusan produsen utama seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Irak yang mulai mengurangi produksi mereka minggu lalu, akibat cepat penuhnya fasilitas penyimpanan karena terhambatnya pengiriman melalui Selat Hormuz.

Meskipun lebih dari selusin negara telah terseret ke dalam pusaran konflik ini, Trump justru mengisyaratkan niat untuk semakin memperdalamnya. Melalui unggahan media sosial pada Sabtu (7/3), ia menyatakan AS akan mempertimbangkan untuk menyerang area dan kelompok di Iran yang sebelumnya tidak menjadi target, sebuah pernyataan yang muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah tidak akan mundur. Sementara itu, Iran juga baru saja mengumumkan Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru, dengan Garda Revolusi Iran telah menyatakan kesetiaan penuh.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Senjata Mengerikan Israel Gemparkan Lebanon

09-03-2026 - 18.15

Tragedi Laut Lepas Iran Balas Dendam

09-03-2026 - 18.00

PM Qatar Sebut Iran Lakukan Pengkhianatan Besar

09-03-2026 - 16.45

Dunia Soroti Pemimpin Baru Iran China Angkat Bicara

09-03-2026 - 16.30

Mediterania Timur Memanas Turki Kirim F-16

09-03-2026 - 16.15

Pilihan Iran Bikin Trump Geram

09-03-2026 - 12.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.