Internationalmedia.co.id – Kelompok Hamas kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait masa depan Jalur Gaza pasca perang. Sebuah sumber senior dari Hamas mengungkapkan bahwa mereka tidak berniat untuk memerintah Gaza setelah konflik dengan Israel berakhir. Bahkan, Hamas dikabarkan telah menyetujui pembentukan komite teknokratis untuk mengelola wilayah tersebut dalam tahap gencatan senjata.
Pejabat senior Hamas yang enggan disebutkan namanya itu, kepada Al Arabiya pada Jumat (5/12), menegaskan bahwa Hamas tidak ingin melanjutkan pemerintahan di Jalur Gaza. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk menciptakan stabilitas dan pemerintahan yang efektif di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa Hamas telah menyetujui semua nama yang diusulkan untuk badan teknokratis tersebut, menandakan adanya kesepakatan internal yang solid. Namun, ia juga menyoroti bahwa meskipun perundingan berjalan positif, Israel dinilai menghambat implementasi praktis dari langkah-langkah yang telah disepakati di lapangan.
Terkait pengerahan pasukan internasional ke Jalur Gaza, pejabat senior Hamas itu menjelaskan bahwa peran mereka akan dibatasi secara ketat untuk memantau gencatan senjata, bukan untuk mengelola Jalur Gaza atau terlibat dalam pemerintahan internal. Fungsi utama pasukan internasional adalah untuk memisahkan pihak-pihak yang bertikai dan mencegah terjadinya bentrokan baru. Negara-negara mediator juga mendukung peran pemantauan ini bagi pasukan internasional yang akan dikerahkan sebagai bagian dari pengaturan gencatan senjata Gaza.
Kesepakatan gencatan senjata yang didasarkan pada rencana perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu. Gencatan senjata ini menghentikan perang selama dua tahun di Jalur Gaza, meskipun kedua pihak saling menuduh adanya pelanggaran.
Sebelumnya, pada 12 Oktober lalu, Hamas juga telah menyatakan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan di Jalur Gaza pascaperang. Menurut sumber Hamas yang dikutip AFP pada saat itu, Hamas akan melepaskan kendali atas Jalur Gaza, namun tetap menjadi "bagian fundamental" dari struktur Palestina. Pernyataan ini semakin memperkuat indikasi bahwa Hamas sedang mempersiapkan transisi kekuasaan di Gaza.

