Sebuah insiden mengejutkan mengguncang wilayah udara Irak bagian barat setelah sebuah pesawat tanker militer Amerika Serikat dilaporkan jatuh. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pihak Washington dengan cepat menepis spekulasi bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh serangan musuh, termasuk dari Iran, di tengah ketegangan yang memanas di kawasan tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM), badan yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, mengonfirmasi insiden tersebut pada Jumat (13/3/2026). Mereka menyatakan bahwa pesawat pengisian bahan bakar KC-135 milik AS hilang kontak dan jatuh saat menjalankan misi dalam ‘Operasi Epic Fury’ di wilayah udara sekutu. Upaya penyelamatan terhadap awak pesawat segera dilancarkan, meskipun belum ada informasi pasti mengenai kondisi korban jiwa atau selamat.

Pernyataan resmi dari CENTCOM secara tegas menyebutkan, "Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan sekutu," meredakan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan kecelakaan melibatkan dua pesawat, entah tabrakan atau manuver jarak dekat, dengan pesawat kedua dilaporkan berhasil mendarat dengan selamat.
Insiden jatuhnya pesawat tanker ini menambah daftar panjang serangkaian peristiwa yang menimpa militer AS sejak dimulainya operasi militer melawan Iran pada 28 Februari. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, sebelumnya melaporkan tujuh anggota militer tewas dan 140 lainnya terluka dalam konflik yang sedang berlangsung, delapan di antaranya mengalami cedera parah.
Hanya sehari setelah operasi dimulai, pada 1 Maret, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle juga mengalami nasib serupa, ditembak jatuh dalam insiden tembakan salah sasaran. CENTCOM menjelaskan bahwa jet-jet tersebut "secara keliru ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait" saat Iran melancarkan serangan balasan di sebagian besar Timur Tengah. Beruntung, enam personel pesawat tempur berhasil melontarkan diri dengan selamat dan dievakuasi dalam kondisi stabil.

