Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam
Trending Indonesia

Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam

GunawatiBy Gunawati28-02-2026 - 03.00Tidak ada komentar2 Mins Read4 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Gelombang kekerasan terbaru kembali menerjang Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya lima orang dalam serangkaian serangan Israel pada Jumat dini hari. Insiden mematikan ini, seperti dilansir Internationalmedia.co.id – News, sontak memicu kekhawatiran mendalam akan rapuhnya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Hamas, yang kini terancam goyah.

Badan pertahanan sipil Gaza, yang berfungsi sebagai pasukan penyelamat di bawah naungan otoritas Hamas, melaporkan bahwa serangan udara pada dini hari Jumat di Gaza tengah menewaskan dua individu dan melukai satu lainnya. Hanya berselang beberapa waktu, sebuah serangan drone di bagian selatan Jalur Gaza juga dilaporkan merenggut tiga nyawa dan menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Peristiwa tragis ini mencuat di tengah keberlanjutan gencatan senjata yang telah memasuki fase kedua sejak diberlakukan pada 10 Oktober. Meskipun kesepakatan tersebut mengharuskan pasukan Israel untuk mundur ke belakang "Garis Kuning", mereka faktanya masih menguasai lebih dari separuh teritori. Ironisnya, kedua belah pihak, baik Israel maupun Hamas, terus saling tuding mengenai pelanggaran ketentuan gencatan senjata.

Menanggapi insiden tersebut, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa mereka menargetkan "anggota Hamas bersenjata" di daerah Rafah, Gaza selatan, sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran perjanjian gencatan senjata". Militer Israel mengklaim telah "mengidentifikasi beberapa pasukan bersenjata yang muncul dari infrastruktur bawah tanah di Rafah timur", yang kemudian diserang oleh pasukan gabungan Angkatan Udara Israel untuk "melenyapkan ancaman" tersebut.

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza, yang juga berada di bawah otoritas Hamas, menunjukkan bahwa setidaknya 618 warga Palestina telah kehilangan nyawa sejak dimulainya gencatan senjata. Di sisi lain, militer Israel melaporkan bahwa lima tentaranya tewas dalam kurun waktu yang sama.

Namun, perlu dicatat bahwa pembatasan media dan akses yang terbatas di Jalur Gaza telah menghambat kantor berita AFP untuk melakukan verifikasi independen terhadap angka korban atau meliput dinamika pertempuran secara leluasa. Situasi ini menambah lapisan ketidakpastian di tengah eskalasi kekerasan yang terus mengancam stabilitas wilayah tersebut.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Kematian Petinggi Iran Justru Bikin Musuh Retak

21-03-2026 - 03.45

AS Gelontorkan Dana Fantastis, Perang Iran Tanpa Batas Waktu Terungkap

20-03-2026 - 23.15

20-03-2026 - 23.01

Trump Murka Besar Sekutu NATO Dituding Pengecut

20-03-2026 - 21.45

Rencana Gila Trump Rebut Pulau

20-03-2026 - 21.30

Hormuz Eropa Hanya Mau Jika Ini Terjadi

20-03-2026 - 21.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.