Internationalmedia.co.id – News – Militer Israel secara resmi mengumumkan pada Senin (16/3) bahwa mereka telah memulai operasi darat terhadap kelompok militan Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Langkah ini menandai eskalasi signifikan di tengah gejolak perang yang lebih luas antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang terus berkecamuk di Timur Tengah. Pengumuman ini disampaikan di tengah kekhawatiran global akan perluasan konflik yang dapat memicu ketidakstabilan regional yang lebih parah.
Brigadir Jenderal Effie Defrin, juru bicara militer Israel, menegaskan bahwa meskipun operasi ini bersifat "terbatas", Israel masih memiliki "ribuan target di Iran" dan terus mengidentifikasi target-target baru setiap hari. Defrin menjelaskan bahwa "aktivitas ini merupakan bagian dari upaya pertahanan yang lebih luas untuk membangun dan memperkuat postur pertahanan" Israel di tengah ancaman yang terus meningkat.

Operasi darat ini diluncurkan hanya beberapa jam setelah serangkaian serangan udara Israel menghantam pinggiran ibu kota Lebanon, Beirut. Area tersebut dikenal sebagai benteng Hizbullah dan merupakan rumah bagi ratusan ribu penduduk. Sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk seluruh wilayah tersebut, serta memerintahkan warga di seluruh Lebanon selatan untuk mengungsi. Kebijakan ini telah memicu krisis pengungsi besar-besaran di Lebanon, menambah daftar panjang penderitaan sipil di kawasan tersebut.
Konflik yang melanda sebagian besar wilayah ini semakin memanas dengan Iran yang membalas serangan Israel dan AS. Teheran dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap setidaknya 10 negara yang menampung pasukan Amerika Serikat, menunjukkan jangkauan dan intensitas permusuhan yang meluas.
Merespons situasi ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyerukan kepada negara-negara lain untuk "menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan eskalasi dan perluasan konflik." Ia juga mendesak negara-negara tetangga "untuk mengusir agresor asing" dari wilayah mereka. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembakkan sekitar 700 rudal dan 3.600 drone ke target-target AS dan Israel sejauh ini, sebuah angka yang jika benar, menunjukkan skala serangan yang masif.
Dengan dimulainya operasi darat Israel di Lebanon dan balasan keras dari Iran, ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru, menimbulkan kekhawatiran global akan konflik yang lebih besar.

