Internationalmedia.co.id – News – Rilis dokumen terbaru terkait mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual yang menggemparkan dunia, kembali memicu kejutan. Dokumen yang dibuka oleh otoritas Amerika Serikat ini mengungkap bahwa Epstein, seorang pemodal terkemuka berlatar belakang Yahudi, pernah menerima potongan kain suci Ka’bah, atau Kiswah. Pengungkapan ini, bersama dengan serangkaian berita internasional lainnya, menjadi sorotan utama pada Selasa (3/2/2026).
Pengiriman potongan Kiswah tersebut, sebagaimana dilansir Middle East Eye, terkuak dari sejumlah email yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1) pekan lalu. Beberapa korespondensi elektronik mengindikasikan bahwa pengaturan pengiriman kain suci dari Mekah, Arab Saudi, ke AS ini difasilitasi oleh seorang kontak yang memiliki keterkaitan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Tak hanya itu, kumpulan berkas Epstein yang berjumlah jutaan halaman juga menyinggung nama-nama tokoh terkemuka dunia. Salah satunya adalah pendiri Microsoft, Bill Gates, yang disebut berulang kali dalam email-email Epstein. Sebuah email tertanggal 3 Maret 2017, seperti diberitakan media Turki Haberler, membahas topik krusial mulai dari simulasi pandemi hingga senjata neuroteknologi terkait keamanan nasional. Pembahasan mengenai simulasi pandemi ini menjadi sangat relevan dan menarik perhatian, mengingat diskusi tersebut terjadi sekitar tiga tahun sebelum pandemi virus Corona (COVID-19) melanda dunia.
Di belahan dunia lain, China menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada mantan Menteri Kehakiman Tang Yijun. Pengadilan Rakyat Menengah Xiamen di provinsi Fujian, pada Senin (2/2), menyatakan Tang terbukti secara ilegal menerima harta benda senilai lebih dari 137 juta yuan (sekitar Rp 330 miliar) antara tahun 2006 hingga 2022. Ia menyalahgunakan posisinya untuk mencari keuntungan bagi berbagai entitas dan individu dalam proses pencatatan perusahaan, pembelian kembali lahan, pinjaman bank, serta penanganan perkara, demikian laporan CCTV yang dilansir Reuters. Pengadilan menegaskan bahwa tindakan Tang merupakan kejahatan penyuapan dengan jumlah uang yang "sangat besar" dan menyebabkan "kerugian yang sangat serius" bagi negara dan rakyat.
Sementara itu, Jepang menghadapi krisis kemanusiaan akibat hujan salju lebat yang tidak biasa. Dalam dua minggu terakhir, salju ekstrem ini telah merenggut 30 nyawa, termasuk seorang nenek berusia 91 tahun yang ditemukan terkubur di bawah tumpukan salju setinggi tiga meter di luar rumahnya. Pemerintah pusat telah mengerahkan pasukan untuk membantu warga di Aomori, wilayah yang paling parah terkena dampak, di mana salju setinggi 4,5 meter masih menyelimuti daerah terpencil. Perdana Menteri Sanae Takaichi, dalam pertemuan kabinet khusus pada Selasa (3/2) pagi, menginstruksikan para menteri untuk mengambil langkah maksimal guna mencegah kematian dan kecelakaan lebih lanjut.
Dari Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memerintahkan dimulainya kembali negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Keputusan ini muncul setelah respons mematikan pemerintah Iran terhadap protes antipemerintah yang memuncak bulan lalu, yang mendorong Presiden AS Donald Trump mengancam tindakan militer. Trump bahkan telah memerintahkan pengiriman kapal induk ke Timur Tengah. Meskipun demikian, Trump menyatakan harapannya agar Washington dapat "mencapai sesuatu" dengan Iran, namun juga memperingatkan "hal-hal buruk akan terjadi" jika kesepakatan tidak tercapai.
Berbagai peristiwa global yang diulas oleh Internationalmedia.co.id – News ini menggambarkan kompleksitas dinamika dunia, mulai dari skandal pribadi yang melibatkan tokoh berpengaruh, krisis kemanusiaan, hingga ketegangan geopolitik yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.

